PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 16/09/16 – Yen menguat di sesi Asia, Jumat dalam satu hari data regional yang sepi dan fokus perhatian ke pertemuan bank sentral utama di AS dan Jepang di pekan depan.

USD/JPY berpindah ke 102,00, turun 0,08%, sedangkan AUD/USD diperdagangkan pada 0,7512, turun 0,09%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir dikutip pada 95,28.

Semalam, dolar sedikit berubah terhadap mata uang utama lainnya setelah data penjualan ritel AS yang mengecewakan. Data itu mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.

Departemen Perdagangan melaporkan bahwa penjualan ritel AS turun 0,3% pada bulan Agustus, lebih buruk dari ekspektasi penurunan 0,1%. Ini merupakan penurunan pertama dalam lima bulan.

Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik kurang dari yang diperkirakan pekan lalu, menunjuk pengetatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja.

Namun Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa harga produsen AS mendatar pada bulan Agustus.

Data menunjukkan bahwa Fed kemungkinan akan menetapkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya, yang dijadwalkan pada 20-21 September.

Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan Senin bahwa kasus mengetatkan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang kurang menarik.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan dolar dengan membuatnya lebih menarik untuk menghasilkan keuntungan bagi investor