KPF BALI 13/05/16 – Yen menuju penurunan mingguan kedua berturu-turut terhadap dolar terkait spekulasi kebijakan moneter yang diperbaharui di Jepang dan AS akan jauh berbeda, didorong oleh prospek ekonomi mereka.

Mata uang Jepang telah menurun sekitar 1,5 persen minggu ini, pemain terburuk di antara 16 mata uang utama, karena Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan Jumat ini bahwa ada ruang untuk memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut. Sementara itu, dua presiden The Fed dari negara bagian membuat argumen untuk suku bunga yang lebih tinggi di AS. Yen memangkas beberapa kerugian hari Jumat ini karena penurunan saham Asia dan Eropa turun, mendorong permintaan untuk mata uang sebagai safe heaven.

Yen naik 0,3 persen menjadi 108,70 per dolar pada 10:00 pagi di London, setelah melemah 0,6 persen Kamis kemarin. Mata uang ini bersiap untuk penurunan mingguan terbesar sejak 22 April lalu.(mrv)

Sumber: Bloomberg