PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 13/06/2018 – Saham AS berakhir sedikit lebih tinggi pada hari Selasa (12/6), didorong oleh keuntungan saham-saham teknologi dan utilitas, meskipun investor berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve.

The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini. Investor fokus pada bagaimana the Fed mengkarakteristikkan kebijakan moneternya, mencari petunjuk jika akan bergerak menaikkan suku bunga tiga atau empat kali tahun ini.

PT KONTAK PERKASA 

Investor tampak mengabaikan pertemuan bersejarah AS-Korea Utara. Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi lengkap dari semenanjung Korea, tetapi pernyataan bersama mereka belum memberikan beberapa rincian tentang bagaimana tujuan itu akan tercapai.

Dow Jones Industrial Average turun 1,58 poin atau 0,01% menjadi 25,320.73. Indeks S&P 500 naik 4,85 poin atau 0,17% menjadi 2,786.85. Nasdaq Composite menambahkan 43,87 poin (0,57%) menjadi 7.703,79.

Data pada hari Selasa menunjukkan harga konsumen AS naik sedikit pada bulan Mei karena kenaikan harga bensin melambat dan tren yang mendasarinya terus menunjukkan inflasi moderat dalam perekonomian.

“Ada sedikit keraguan masuk ke pertemuan Fed. Orang tidak yakin apa yang akan dikatakan Fed,” kata Robert Pavlik, kepala strategi investasi, manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC di New York.

“Saya tidak berpikir mereka akan mengatakan apa-apa terutama terkait dengan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Jika mereka mengatakan terlalu banyak tentang inflasi, itu akan memberi pasar alasan untuk khawatir,” lanjutnya kepada Reuters.