PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 09/03/2018 – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Kamis (8/3), setelah Presiden Donald Trump memperlunak pengenaan tarif impor.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir naik 93,85 poin atau 0,38% menjadi 24.895,21. Kemudian, indeks S&P 500 menguat 12,17 poin atau 0,45% ke posisi 2.738,97 dan Nasdaq naik 31,30 poin atau 0,42% ke level 7.427,95.

 

PT KONTAK PERKASA

Ketiga indeks utama di Wall Street lebih solid, karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap perang dagang kini berkurang. Pasalnya, Presiden Trump mengumumkan penetapan tarif impor baja dan aluminium, namun mengecualikan Kanada dan Meksiko dari kebijakan itu. Ia juga membuka kesempatan kepada negara-negara lain untuk mengajukan pengecualian, walaupun tidak merinci kapan akan melakukannya.

Sebelumnya, kekhawatiran bahwa tarif akan memicu perang perdagangan global telah mendominasi pasar sejak Trump mengumumkan rencana tarif tersebut pada Kamis lalu. Keluarnya penasihat ekonomi utama Gary Cohn pada Selasa pekan ini menambah kekhawatiran tersebut.

“Fokus utama adalah soal tarif. Pertanyaan di pasar yaitu apakah dampak penetapan tarif ini terhadap ekonomi mereka,” kata Peter Cardillo, Kepala ekonom First Standard Financial, seperti dilansir CNBC, Jumat.

Tapi, tidak semua senang dengan kebijakan tarif tersebut. Saham Century Aluminium turun 7,5%, setelah pengumuman tersebut. Saham US Steel Corp ditutup melemah 2,9% dan AK Steel juga tumbang 4%. Sebelumnya, ketiga saham ini menguat karena akan diuntungkan jika pajak impor diberlakukan.

Kepala Strategi Pasar di JonesTrading Michael O’Rourke masih khawatir mengenai bagaimana kebijakan Trump dapat mempengaruhi perdagangan global. “Dia memutar sedikit, tapi tetap menerapkan tarif. Saya tidak akan heran jika dia akan memberlakukan tarif berbeda untuk hal lain, “katanya, seperti dilansir Reuters.

KONTAK PERKASA FUTURES