PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/09/2017 – Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah kerusakan akibat Badai Irma tampak tak sebesar yang diperkirakan pasar.

Xinhua melaporkan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,58 poin atau 1,19 persen menjadi ditutup pada 22.057,37 poin.

Sementara itu, indeks S&P 500 berakhir menguat 26,68 poin atau 1,08 persen menjadi 2.488,11 poin, mencatat rekor penutupan tinggi, dan indeks komposit Nasdaq naik 72,07 poin atau 1,13 persen menjadi ditutup di 6.432,26 poin.

Badai Irma, yang pernah menjadi topan Kategori 5, melanda pantai Florida selama akhir pekan. Bada ini berlanjut ke utara pada Senin (11/9), dan menjatuhkan hujan ke seluruh negara bagian. Namun, Pusat Badai Nasional AS (NHC) mengatakan bahwa Badai Irma telah melemah menjadi topan tropis.

Para analis mengatakan badai telah membuat pasar gelisah dalam beberapa pekan terakhir, karena investor tidak nyaman saat menilai dampak dari bencana alam ini terhadap pasar.

Saham Travelers Companies Inc, Delta Air Lines dan JetBlue Airways Corporation, masing-masing naik 2,35 persen, 2,97 persen dan 3,64 persen.

Tidak ada laporan ekonomi utama yang keluar pada Senin (11/9).

Harapan untuk kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat telah berkurang baru-baru ini. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga di pada Desember hanya 36,2 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Dalam berita perusahaan, raksasa pelaporan kredit AS, Equifax mengumumkan pekan lalu bahwa insiden keamanan siber berpotensi memberi dampak terhadap sekitar 143 juta konsumen AS.

Saham Equifax merosot 13,66 persen menjadi 123,23 dolar AS pada sesi sebelumnya. Saham perusahaan lebih lanjut turun 8,17 persen pada Senin (11/9) menjadi ditutup pada 113,16 dolar AS.