PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 30/08/16 –  Bursa saham Amerika Serikat (AS) naik ditopang penguatan saham sektor keuangan usai Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed, Janet Yellen memperkuat alasan untuk menaikkan suku bunga acuan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/8/2016). Yellen menuturkan, ekonomi AS sudah berjalan sesuai jalur yang dituju The Fed. Kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap.

Dia juga memberikan sedikit indikasi kapan The Fed akan bergerak tapi Wakil Ketua Stanley Fischer menyarankan langkah itu dilakukan sesegera mungkin pada September 2016.

Saham keuangan merupakan sektor yang mendapatkan keuntungan besar saat suku bunga dinaikkan. Indeks keuangan S&P 500 diperdagangkan pada level tertinggi sejak 17 Desember, sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Penguatan di sektor ini merupakan yang tertinggi dari sembilan indeks utama di S&P 500. Saham Wells Fargo (WFC.N) naik 2,5 persen dan memberikan dorongan terbesar untuk S&P, sementara JPMorgan (JPM.N) dan Bank of America (BAC.N) naik sekitar 1,1 persen.

Kemudian saham Goldman Sachs (GS.N) menguat 1,1 persen, sementara saham Herbalife (HLF.N) naik 2 persen setelah Carl Icahn membeli 2,3 juta saham pembuat suplemen gizi itu.

Indeks Dow Jones naik 107,11 poin atau 0,58 persen menjadi 18.502,51. Indeks S&P 500 naik 12,28 poin atau 0,57 persen menjadi 2.181,32. Nasdaq Composite naik 20,80 poin atau 0,4 persen menjadi 5.239,72.

“Saya pikir pasar semakin nyaman dengan ide The Fed untuk menaikkan suku tahun ini,” kata Chris Zacarrelli, Chief Investment Officer di Cornerstone Financial Partners.

Faktor yang menopang kenaikan suku bunga The Fed adalah laporan belanja konsumen AS, yang menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS, naik untuk selama empat bulan berturut-turut pada bulan Juli.

Indeks dolar naik 0,11 persen, sementara harga minyak merosot lebih dari 1,5 persen.