PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 29/07/16 – Emas menguat di sesi perdagangan Asia pada hari Jumat menjelang ulasan Bank of Japan tentang kebijakan moneter dalam lingkup setiap upaya pelonggaran yang akan diawasi.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Desember naik 0,22% menjadi $1,344.15 per troy ounce.

Perak untuk pengiriman September naik 0,35% ke $20,263 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September terseret turun 0,09% menjadi $2,214 per pon.

Investor berhati-hati bahwa Bank of Japan bisa gagal memenuhi ekspektasi pasar dengan menyetujui langkah-langkah pelonggaran yang hanya sedikit. Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meluncurkan ¥28 triliun rencana stimulus yang luas pada hari Rabu, Reuters melaporkan bahwa pemerintah Jepang hanya dapat memberikan sebanyak ¥7 triliun stimulus fiskal langsung. Jika Abe tidak dapat memenuhi janji-janji dari lompatan awal ekonomi tersebut dengan inisiatif stimulus yang luas, Bank Sentral Jepang bisa merasa bertambah tertekan untuk menurunkan suku bunga lebih dalam ke wilayah negatif. Yen telah menguat hampir 13% terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Semalam, emas hapus keuntungan setelah mencapai level tertinggi dua minggu pada hari Kamis, dengan pelaku pasar mencerna sinyal bahwa Federal Reserve bisa menghindari kenaikan suku bunga jangka pendek dan memandang ke depan pada pertemuan yang dipantau cermat dari Bank of Japan.

Emas melonjak di sesi Rabu setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menetapkan suku bunga acuan tidak berubah pada tingkat antara 0,25 dan 0,50% di akhir pertemuan kebijakan moneter bulan Juli-nya. Meskipun mencatat bahwa risiko jangka pendek dengan prospek ekonomi telah berkurang selama satu bulan terakhir, FOMC mengatakan masih mengharapkan bahwa kondisi ekonomi hanya dapat menjamin peningkatan bertahap suku bunga jangka pendek dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk sebagian besar, pasar menafsirkan pernyataan sebagai indikasi pesimis dovish bahwa FOMC bisa menunda waktu kenaikan suku bunga berikutnya di luar pertemuan mereka pada bulan September. Mengikuti rilis, perangkat FedWatch CME Group (NASDAQ:NASDAQ:CME) menurunkan probabilitas bahwa FOMC bisa menaikkan suku bunga pada bulan September sampai 18%, turun dari 20,3% di awal sesi.