KPF BALI – 16/09/14

Emas meneruskan pendakiannya meninggalkan level terendah sejak bulan Januari. Menurut data Bloomberg, harga emas bulion untuk pengiriman segera naik 0.4 persen ke $1,238.58 per ons dan diperdagangkan pada $1,236.86 pada pukul 12:02 siang di Singapura. Para investor sedang melakukan penilaian terhadap kesehatan perekonomian AS sebelum The Fed memulai rapat dua harinya (FOMC), terhitung sejak malam nanti.

emas
Logam mulia tersebut kemarin jeblok di harga $1,225.67, yang merupakan level terendah sejak tanggal 9 Januari, sebelum reli yang berakhir 0.3 persen lebih tinggi dari harga tersebut. Indeks 14 harian emas juga relatif kuat di bawah level 30 untuk ketiga harinya kemarin, mensinyalir bahwa harga akan bersiap untuk rebound.

Emas mengalami penurunan kuartalan pada tahun ini akibat adanya spekulasi bahwa The Fed akan segera menaikkan tingkat suku bunganya segera setelah program tapering berakhir. Pada tahun 2013 lalu, emas menghentikan relinya karena bank sentral AS tersebut sedang bersiap-siap mengurangi pembelian aset bulanan. Kini, program pengurangan tersebut hampir berakhir, dan FOMC diperkirakan akan membahasnya dalam rapat setelah mempertimbangkan berbagai data-data ekonomi AS secara umum.

Sudah Oversold

Sementara itu di Comex New York, harga emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada $1,237.30 per ons dari sebelumnya di $1,235.10. Bloomberg mengutip bahwa menurut Xia Yingying, analis dari Nanhua Futures di Hangzou, para investor akan fokus pada FOMC dan harga emas diperkirakan akan sedikit rebound naik karena gejala oversold RSI.