PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 26/07/16 – Yen melonjak ke level tertinggi lebih dari satu minggu terhadap dolar pada hari Selasa, di tengah spekulasi bahwa paket stimulus segera diumumkan Jepang akan mengecewakan pasar, sementara pound terpukul di tengah ekspektasi baru Bank of England akan memangkas suku bunga bulan depan.

Dolar mencapai posisi terendah di 104,10 terhadap yen, terlemah sejak 14 Juli dan terakhir di 104,17 pukul 14.53 WIB turun 1,55% pada hari ini, setelah laporan media lokal mengindikasikan bahwa paket stimulus yang sangat diantisipasi pemerintah itu mungkin tidak dapat memenuhi harapan.

Investor tampaknya terkesan oleh laporan Nikkei yang merencanakan stimulus fiskal langsung sekitar 6 triliun yen ($56 miliar) selama beberapa tahun ke depan. Tapi hal itu mungkin telah mengecewakan pasar yang menginginkan sebanyak 10 triliun – 20 triliun yen dalam stimulus fiskal.

Dolar telah naik sampai setinggi 107,49 pekan lalu, setelah meningkatnya harapan investor agar Tokyo mengungkap paket stimulus yang agresif.

Para pelaku pasar juga melihat ke depan pada pertemuan kebijakan Bank of Japan akhir pekan ini. BoJ secara luas diharapkan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut di akhir pertemuan pada hari Jumat, yang dapat mencakup penurunan suku bunga lebih dalam ke wilayah negatif dan pembelian aset tambahan.

Sementara itu, pound melemah terhadap dolar, dengan GBP/USD jatuh 0,4% menjadi 1,3083, setelah mencapai sesi terendah 1,3061, di tengah meningkatnya ekspektasi untuk penurunan suku bunga dari Bank of England pada akhir pertemuan kebijakan berikutnya pada awal Agustus.

The Financial Times melaporkan bahwa Martin Weale, anggota komite pengatur tingkat suku bunga BoE, telah menolak kebijakan pelonggaran dan sekarang lebih menyukai stimulus dengan segera.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 97.06, Selasa, tidak jauh dari level tertinggi lebih empat bulan 97,59, didorong oleh prospek kebijakan moneter divergen antara Fed dan bank sentral global lainnya.

Sementara bank sentral AS diharapkan tidak mengambil tindakan pada suku bunganya di akhir pertemuan pada hari Rabu, pelaku pasar akan meneliti pernyataan kebijakan untuk mengetahui petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga selama beberapa bulan ke depan.

Rangkaian data AS yang lebih baik baru-baru ini, diharapkan menghidupkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Suku bunga berjangka saat ini menghargai kesempatan 45% dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember, dibandingkan kurang 20% dari seminggu yang lalu dan naik dari 9% pada awal bulan ini.