KPF BALI 13/06/14 –

Bank Sentral Jepang pada hari Jumat ini menyatakan untuk tidak melakukan perubahan kebijakan moneter. Namun, satu hal yang paling disorot adalah adanya pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi di mancanegara mulai optimis. Dan pihak bank sentral Jepang yakin bahwa target inflasi akan segera tercapai tahun depan tanpa mereka harus menggelontorkan stimulus tambahan. Berikut ini adalah komentar Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, dalam beberapa sektor.

Kuroda_BOJ

Ekonomi Jepang

Menurut Kuroda, perekonomian Jepang saat ini bergerak sejalan dengan ekspektasi BOJ. Belanja-belanja rumah tangga terbilang solid dan siklus ekonomi positif berada dalam jalur yang tepat. BOJ mengekspektasikan adanya kontrak sementara yang terjadi dalam kuartal kedua ini (akibat kenaikan pajak). Namun, sejumlah perusahaan telah memutuskan untuk menaikkan upah reguler dan bonus musim panas. Sehingga, kondisi tenaga kerja dan pendapatan dapat tetap ditingkatkan.

Ekspor Jepang

Sehubungan dengan kontraksi ekonomi dalam kuartal kedua, permintaan domestik juga memberikan kontribusi bagi kestabilan pemulihan ekonomi Jepang. Sektor ekspor terpantau melemah, bahkan pemulihannya mungkin akan tertunda. Meski demikian, kelambanan ekspor tak perlu terlalu dikhawatirkan selama perkembangannya terus dipantau secara cermat.

Program Pelonggaran Kuantitatif Jepang

BOJ melakukan pengawasan secara intensif atas perkembangan harga. Dan jika pada tahun 2015 inflasi 2% belum tercapai, BOJ tak akan mengakhiri program tersebut atau setidaknya saat pertumbuhan harga sudah dapat dikatakan stabil.

Meskipun ramalan para anggota dewan BOJ berbeda-beda terkait kebijakan moneter, namun secara keseluruhan para pejabat BOJ tak akan ragu untuk melakukan penyesuaian kebijakan apabila risiko ke atas maupun ke bawah, memaksa BOJ untuk mengubah proyeksi.