PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/07/16 – Harga minyak mentah naik di sesi perdagangan Asia pada hari Senin jelang data normal mingguan stok minyak AS dan investor siap mengamati setiap isyarat permintaan dari Def dan Bank of Japan pekan ini di tengah ekonomi global yang tengah melesu.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman September naik 0,32% ke $44,33 per barel.

Pekan lalu, minyak berjangka mengakhiri sesi Jumat di tingkat terendah dalam hampir tiga bulan, karena meningkatnya kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global setelah data menunjukkan bahwa jumlah pengeboran sumur minyak AS naik untuk minggu keempat berturut-turut di pekan lalu.

Penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu meningkat sebesar 14 menjadi 371, kenaikan mingguan keempat beruntun dan peningkatan ketujuh kalinya dalam delapan minggu.

Kenaikan terbaru dalam kegiatan pengeboran AS tersebut memicu spekulasi bahwa produksi minyak dalam negeri AS bisa berada di ambang rebound dalam beberapa minggu ke depan, menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman September merosot 51 sen, atau 1,1%, untuk menetap di $45,69 per barel pada penutupan perdagangan setelah jatuh ke level terendah intraday di $45,17, terlemah sejak 11 Mei.

Menurut para analis pasar, peningkatan dalam stok produk bahan bakar di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan global diperkirakan akan menjaga harga di bawah tekanan dalam waktu dekat.

Pada minggu ini, pedagang akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk mengetahui sinyal penawaran dan permintaan baru.