KPF BALI 12/06/14 -Indeks Dow Jones Industrial semalam memunculkan signal bearish pertama di bulan Juni, setelah Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global membuat indeks ini terkoreksi 102.04 poin (-0,6 persen).  Penutupan pada level 16.843,88 tersebut adalah sebuah signal negatif mengingat suport pertama dari indeks ini ada pada level 16.900.
Signal negatif pada indeks DJI tersebut, bakal merupakan ujian pertama dari sentimen Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tengah berlangsung di lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia.  Sentimen ini terlihat kembali menguat, setelah pada perdagangan kemarin, pemodal asing membukukan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 142 miliar yang merupakan net buy kedua dalam minggu ini.  Dengan sentimen yang ada, IHSG diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 4940 – 5000.  Hanya penutupan dibawah 4940 yang akan memunculkan signal negatif pada pergerakan IHSG selanjutnya.
Kemarin, IHSG mampu menembus resisten 4948 yang merupakan pembuka bagi potensi kenaikan menuju target dari triangle di kisaran 5150-5200.  Atau setidaknya, signal positif yang muncuk kemarin, telah membatalkan atau menutup potensi bagi IHSG untuk terkoreksi hingga kisaran 4750-4850.
Dengan menguatnya kembali sentimen Pilpres,  Pemodal bisa melakukan posisi buy on weakness pada saham-saham sektor perbankan, konstruksi, semen, dan batubara.

Global Outlook
Saham Asia bertumbangan hari ini menyusul koreksi Wall Street dan munculnya kekhawatiran mengenai ekonomi global. Selain itu, krisis politik di Irak juga mempengaruhi sentimen.
Indeks Nikkei anjlok 1,2%, tertekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi melemah 0,25% karena kondisi eksternal, menjelang hasil rapat BOK. Indeks Australia ASX 200 turun 0,35%. Indeks Singapura STI masih flat. Indeks Hang Seng dibuka turun 0,7%. Wall Street terkoreksi, dengan indeks Dow Jones melemah 0,6% dan indeks S%P 500 melorot 0,5%.
Faktor yang memicu koreksi itu adalah proyeksi terbaru Bank Dunia dan spekulasi kenaikan rate the Fed lebih cepat dari perkiraan. Kecemasan mengenai ekonomi global muncul setelah Bank Dunia menurunkan proyeksi PDB global. Lembaga itu memperkirakan ekonomi global tumbuh 2,8% tahun ini, lebih rendah dari proyeksi Januari 3,2%.
Sentimen juga jatuh karena perkembangan dari Irak. Saham Turki anjlok 3% setelah aset negara itu diserang di Mosul dan sekitar 80 warganya disandera oleh kelompok militan, yang sudah  merebut kota ketiga di Irak kemarin. Isu Irak ini langsung mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam tiga bulan.
Nanti malam ada data penjualan ritel AS, yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan 0,6% di Mei. Angka yang lebih baik dari prediksi menegaskan pemulihan yang solid, tapi juga bisa menambah spekulasi kenaikan rate lebih cepat.
Pada dasarnya, valuasi saham sudah tinggi, terutama di AS yang sudah menyentuh rekor. Alhasil, perlu penyesuaian dan serangkaian berita yang ada dimanfaatkan untuk melakukan profit taking. Sebelum koreksi ini, pergerakan saham memang terlihat sudah mentok, mencatat penguatan tapi tipis. Meski demikian, selama pemulihan ekonomi global berjalan, tren saham tetap positif.

Ulasan Teknikal
IHSG
IHSG 12 Juni
IHSG mampu memepertahankan trend bullish jangka pendeknya dengan ditutup di atas resistance sebelumnya di 4.958. MA 10 yang uptrend turut mengkonfirmasi pola bullish tersebut. Indikator stochastic golden cross, sementara RSI positif, turut mendukung kenaikan lanjutan. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan menguji resistance berikutnya di 4.998 – 5.010. Jika ditembus, maka akan membuka potensi kenaikan menuju kisaran 5.090 – 5.200. Sementara iu, sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup di bawah 4.939. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.958 – 4.998.

R3    5,015
R2    4,993
R1    4,983

Pivot    4,961

S1    4,951
S2    4,929
S3    4,919

Stock Pick
BMTR
BMTR 12 juni
Harga sudah bergerak di atas MA 10, indikasi trend jangka pendek mulai bullish. Indikator stochastic golden cross, sementaraRSI sudah masuk area positif, mendukung kenaikan lanjutan. Harga sepertinya akan menguji resistance trend line di kisaran 2.175. Jika ditembus, akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di kisaran 2.230 – 2.280.
Rekomendasi     : Buy breakout 2.175, stop loss 2.135, target 2.230.
Support                  : 2.135, 2.085
Resistance            : 2.175, 2.230

WSKT
WSKT 12 juni
Harga sudah bergerak di atas MA 10, indikasi trend jangka pendek mulai bullish. Indikator stochastic golden cross, turut mendukung kenaikan lanjutan. Harga saat ini masih tertahan di resistance di 705. Penembusan resistance tersebut akn membuka potensi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di kisaran 720 – 745.
Rekomendasi     : Buy breakout 705, stop loss 680, target 745
Support                  : 680, 640
Resistance            : 720, 745

Rekomendasi
Stock Screener
SS 12 juni