KPF BALI 20/11/14 -Sektor manufaktur Jepang masih terus menunjukkan ekspansinya pada bulan November ini meskipun pada kecepatan yang lebih lambat, demikian berdasarkan survei terbaru dari Markit Economics yang mencatat skor PMI sebesar 52,1. Skor PMI tersebut jelas masih berada dibawah ekspektasi yang sebelumnya memprediksi skor akan berakhir pada 52,7. Skor PMI ini juga turun jika dibandingkan dengan bulan Oktober yang tercatat pada 52,4.

Meski demikian rilis data bulan November tetap mengisyaratkan pertumbuhan yang positif terhadap kondisi operasional untuk pabrikan Jepang, dengan tingkat produksi berhasil naik ke tingkat tertingginya sejak Maret lalu. Sejalan dengan kenaikan output, peningkatan terhadap pesanan baru juga telah memasuki bulan keenam berturut-turut, meskipun masih sedikit lebih lemah dari tingkat pesanan di bulan Oktober.

Di antara komponen individu, indeks output naik menjadi 53,5 dari 51,3 di bulan sebelumnya, dimana saat ini telah mencapai tingkat pertumbuhan tercepatnya sejak Maret lalu. Harga output dan harga input juga terus berkembang dengan laju yang lebih cepat. Sub-indeks untuk order baru, pesanan ekspor baru, stok pembelian, stok barang jadi dan kuantitas pembelian juga tetap ekspansif, meskipun pada beberapa barang memang tercatat sedikit melambat.

Penundaan kenaikan pajak penjualan lebih lanjut yang direncanakan akan naik menjadi 10 persen dapat memberikan sedikit harapan kepada produsen barang-barang di Jepang ditengah proses recovery perekonomian Jepang yang sempat mengalami kontraksi pada kuartal sebelumnya.