PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 05/10/2017 –  Saham-saham Amerika Serikat di bursa saham Wall Street berakhir di rekor tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu waktu setempat, sementara para investor mencerna sejumlah laporan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 19,97 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup di 22.661,64 poin.

Sementara indeks S&P 500 naik tipis 3,16 poin atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 2.537,74 poin, dan indeks komposit Nasdaq meningkat 2,91 poin atau 0,04 persen menjadi berakhir di 6.534,63 poin.

Para investor sedang mencerna data-data ekonomi, antara lain dari Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP pada Rabu (4/10) yang menunjukkan lapangan pekerjaan sektor swasta Amerika Serikat meningkat 135.000 pada September, menandai penurunan tajam dari Agustus.

Laporan ADP sering dilihat sebagai pratinjau untuk data penggajian non pertanian (payroll nonfarm) AS yang diawasi ketat, yang akan keluar pada Jumat (6/10).

Selain itu aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur meningkat pada September untuk bulan ke-93 berturut-turut, Institute for Supply Management(ISM) mengatakan pada Rabu (4/10).

Indeks non-manufaktur ISM tercatat 59,8 persen, mengalahkan ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan berlanjutnya pertumbuhan di sektor non-manufaktur pada tingkat yang lebih cepat.

Ketiga indeks utama Wall Street mencatat rekor tertinggi pada Senin (2/10) dan Selasa (3/10), karena pasar memperbarui harapan untuk reformasi perpajakan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dan Kongres Partai Republik AS pekan lalu merilis sebuah kerangka kerja terpadu untuk mereformasi kode pajak yang akan memotong tarif pajak bagi bisnis dan individu.

Namun, rencana tersebut tidak memiliki rincian bagaimana mengkonsolidasikan posisi fiskal dalam menghadapi pemotongan pajak yang besar itu.

PT KONTAK PERKASA