KPF BALI 01/06/16 – Saham Jepang turun, dengan indeks ekuitas acuan merosot untuk pertama kalinya dalam empat hari, karena penguatan pada yen setelah Perdana Menteri Shinzo Abe menegaskan ia akan menunda kenaikan pajak penjualan.

Indeks Topix turun 1,3 persen menjadi 1,362.07 pada penutupan di Tokyo, semua dari 33 kelompok industri menurun. Nikkei 225 Stock Average turun 1,6 persen menjadi 16,955.73. Abe mengatakan peningkatan untuk retribusi konsumsi akan ditunda sampai akhir 2019, membenarkan spekulasi yang belum jelas selama berminggu-minggu dan telah membantu saham Jepang naik ke tertingginya satu bulan pada hari Senin. Yen naik 0,7 persen terhadap dolar ke 109,90.

“Pasar sudah memiliki harapan dan tahu itu akan tertunda,” kata Hiroshi Matsumoto, kepala investasi di manajemen Pictect Asset (Jepang) Ltd “Jika ada, pasar belum memberikan perkiraan pada setiap aspek negatif.”(mrv)

Sumber: Bloomberg