KPF BALI – 15/10/14 Rebound saham AS menghilang di akhir sesi terkait saham energi turun bersama harga minyak, tembakau yang melakukan reli sebelumnya dalam indeks acuan dipimpin oleh perusahaan-perusahaan industri, perusahaan penerbangan dan bank.

Indeks Standard & Poor 500 mengakhiri sesi ini naik kurang dari 0,2 persen ke level 1,877.74 pukul 04.00 sore di New York pasca sebelumnya naik sebesar 1,3 persen. Indeks tersebut turun sebesar 6,6 persen dari level tertinggi pada 18 September lalu dan kemarin ditutup setelah melakukan tiga hari retret terburuk sejak 2011 lalu. Dow Jones Industrial Average turun 5,75 poin, atau kurang dari 0,1 persen, ke level 16,315.32 hari ini, menghapus gain sebelumnya 143 poin.

Saham energi di S&P 500 turun sebesar 1,2 persen karena sebuah kelompok saham memperpanjang penurunan mereka dari level tertinggi lebih dari 20 persen sejak Juni lalu. Minyak mentah West Texas Intermediate turun sebesar 4,5 persen ke level $ 81,91 per barel, merupakan harga terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir, pasca Badan Energi Internasional mengatakan permintaan akan meningkat tahun ini di laju paling lambat sejak 2009 lalu. Sementara minyak mentah Brent turun ke level terendah sejak 2010 lalu.

Beberapa saham perusahaan dari 53 saham di S&P 500 dijadwalkan untuk merilis laba pekan ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Laba untuk anggota indeks kemungkinan naik sebesar 4,8 persen pada kuartal ketiga dan penjualan naik sebesar 4,2 persen, menurut prediksi analis.

Data dari Eropa hari ini menunjukkan harga konsumen di Swedia dan Spanyol menurun, sementara inflasi Inggris melambat ke level terendah dalam lima tahun terakhir, dan tingkat kepercayaan investor Jerman turun untuk bulan ke-10. Pemerintah Jerman memangkas proyeksi perekonomiannya untuk tahun ini dan untuk tahun 2015 nanti.

Ekuitas AS turun hampir $ 744 miliar sejak 8 Oktober kemarin di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan perekonomian global yang melambat bisa berdampak pada pemulihan perekonomian AS karena Federal Reserve tau kapan harus menaikkan suku bunga. Sementara aksi jual kemarin dipercepat karena saham maskapai penerbangan turun di tengah kekhawatiran Ebola dan saham energi turun pasca minyak mentah Brent turun ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.

Indeks S&P 500 ditutup di bawah RSI 200-hari untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir kemarin dan turun ke level terendah sejak Mei lalu. (vck)

Sumber: Bloomberg