KPF BALI 17/05/16 – Saham China yang diperdagangkan di Hong Kong naik untuk hari kedua, dipimpin oleh produsen komoditas, seiring kenaikan harga minyak dan Presiden Xi Jinping berjanji untuk terus maju dalam rencana mengurangi kapasitas di perusahaan milik negara.

Hang Seng Index China Enterprises menguat 0,3 persen, memperpanjang kenaikan dua hari menjadi 0,4 persen dengan China Oilfield Services Ltd dan PetroChina Co memimpin kenaikan. Minyak melonjak dari penutupan tertinggi dalam enam bulan sebelum data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kedua.

Reformasi Cina bertujuan untuk meningkatkan kualitas pasokan dan merekontruksi area termasuk harga, perpajakan, keuangan dan jaminan sosial, Xinhua News Agency mengutip pernyataan Presiden Xi pada pertemuan pemerintah. Komentarnya diucapkan di tengah produksi baja mentah yang berada dalam rekor tertinggi pada bulan April, dengan industri terdorong oleh kredit yang mudah dan upaya untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Bangsa ini harus meninggalkan ide pelonggaran kondisi mata uang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, seorang otoritas mengatakan dalam kutipannya di People Daily..

Hang Seng China Enterprises diperdagangkan di level 8,334.68 pada pukul 10:18 pagi waktu Hong Kong. Shanghai Composite Index kehilangan 0,2 persen ke level 2,844.66, sementara indeks Hang Seng menguat 0,2 persen ke level 19,917.1. Yunnan Copper Co bertambah 0,9 persen di Shenzhen, sementara Shaanxi Coal Industry Co melonjak 5,1 persen di Shanghai. (sdm)

Sumber: Bloomberg