KPF BALI 20/05/16 – Saham China menuju rentetan penurunan mingguan terpanjang sejak 2012 imbas dari perlambatan ekonomi, tingkat utang yang tinggi dan ketidakpastian kebijakan yang membebani pasar keuangan negara.

Shanghai Composite Index jatuh untuk minggu kelima berturut-turut, memperpanjang penurunan 9 persen sejak 15 April lalu. China Southern Airlines Co memimpin penurunan untuk operator udara di tengah kekhawatiran pelemahan yuan akan meningkatkan biaya utang pelayanan dalam mata uang dolar. Intervensi yang diduga dari negara membatasi penurunan di Shanghai, memperlebar ketidaksesuaian antara harga di daratan Cina dan luar daratan.

Reformasi China bertujuan untuk meningkatkan kualitas pasokan dan merombak area-area termasuk harga, perpajakan, keuangan dan jaminan sosial, Xinhua News Agency mengutip pernyataan Presiden Xi Jinping pada pertemuan pemerintah. Komentarnya muncul di tengah rekor produksi baja pada bulan April, dengan industri didorong oleh kredit yang mudah dan upaya untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Negara ini ini harus meninggalkan ide pelonggaran kondisi uang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, seorang pakar dari People�s Daily mengatakan pekan lalu.

Shanghai Composite turun 0,8 persen untuk diperdagangkan di level 2,805.23 pada pukul 10:09 pagi waktu setempat. CSI 300 Index melemah 0,1 persen pada hari Jumat, sementara Hang Seng China Enterprises Index Hong Kong membalikan penurunan awal dengan melonjak 1,1 persen sedangkan Indeks Hang Seng naik 0,8 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg