KPF BALI 30/05/16 – Saham China melanjutkan penurunan mingguan beruntun terpanjang mereka sejak 2012, akibat dari penurunan pada logam dan perusahaan teknologi.

Indeks Shanghai Composite turun 0,7 persen, setelah mencatatkan penurunan beruntun selama enam minggu . Shandong Gold Mining Co memimpin penambang emas ke level yang lebih rendah karena harga emas untuk pengiriman cepat turun untuk hari kesembilan. Penurunan tetap terjadi sekalipun bursa saham Shanghai dan Shenzhen pada Jumat mengeluarkan aturan untuk membatasi penghentian perdagangan dalam sebuah langkah yang menimbulkan peluang bagi saham negara yang termasuk dalam indeks acuan global MSCI Inc.

Indeks Shanghai telah mengalami penurunan sebesar 21 persen tahun ini, pemain terburuk di antara 93 indeks acuan global yang diikuti oleh Bloomberg, di tengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi akan mengekang pendapatan. Data pekan lalu menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan industri ‘melambat menjadi 4,2 persen pada April. Aturan baru dengan bursa lokal bertujuan untuk membatasi suspensi sewenang-wenang dalam saham-saham China, dengan bursa yang mengatakan setelah pasar tutup pada hari Jumat bahwa mereka akan menjaga hak untuk menolak aplikasi penghentian-perdagangan dalam keadaan pasar yang ekstrim untuk melindungi investor.(mrv)

Sumber: Bloomberg