PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 15/12/2016 –  Pasar saham Australia dibuka melemah pada Kamis, setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, merupakan yang pertama dan hanya satu kali pada tahun ini.

Pada pukul 10.15 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX200 turun 18,8 poin atau 0,34 persen menjadi 5.565,8 poin, sementara indeks All Ordinaries turun 18,4 poin atau 0,33 persen menjadi 5.621,3 poin.

Keputusan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya dan membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut pada tahun depan adalah berita besar semalam, dan “pasar Aussie kehilangan sedikit kekuatan pada saat itu … tapi tidak berubah jauh … pada tahap ini “, analis pasar CommSec, Steven Daghlian mengatakan.

“Pasar Aussie masih cukup dekat ke tingkat tertinggi empat bulan yang kami raih kemarin dan kami pada dasarnya hanya membalikkan keuntungan yang kami miliki.”

“Secara keseluruhan … sebagian besar sektor lebih rendah … hari ini, benar-benar ada satu hal yang akan menerima perhatian pasar dan itu adalah data terbaru pekerjaan.”

Raksasa pertambangan BHP Billiton turun 1,78 persen, sementara saingannya Rio Tinto tergelincir 1,41 persen dan penambang emas Newcrest jatuh 4,75 persen.

Santos anjlok 10,66 persen, Oil Search turun 3,12 persen dan Woodside Petroleum tergelincir 2,26 persen.

ANZ naik tipis 0,22 persen, Commonwealth Bank of Australia tergelincir 0,15 persen, National Australia Bank turun 0,34 persen dan Westpac berkurang 0,26 persen.

Wesfarmers turun 1,01 persen dan saingannya Woolworths melemah 0,02 persen. Qantas turun 1,51 persen dan raksasa telekomunikasi Telstra berkurang 0,2 persen.