PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI  27/10/16 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini (27/10) dibuka di zona positif. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.06 WIB, indeks tercatat naik 0,19% menjadi 5.410,38.

Ada 80 saham yang mendaki. Sementara, jumlah saham yang turun sebanyak 58 saham dan 91 saham lainnya tak berubah posisi.

Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 2,560 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 422,311 miliar.

Sementara itu, ada sembilan sektor yang menyokong kinerja indeks. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar antara lain: sektor pertambangan naik 1,62%, sektor infrastruktur naik 0,39%, dan sektor perdagangan naik 0,26%.

Saham-saham indeks LQ 45 yang berada di jajaran top gainers di antaranya: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 2,25% menjadi Rp 1.590, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 1,52% menjadi Rp 2.680, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik 1,33% menjadi 1.905.

Sedangkan di posisi top losers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Siloam International Tbk (SILO) turun 2,08% menjadi Rp 10.575, PT Elnusa Tbk (ELSA) turun 1,68% menjadi Rp 468, dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) turun 1,34% menjadi Rp 442.

Kendati demikian, investor asing terlihat melepas kepemilikan sahamnya. Pagi ini, nilai penjualan bersih (net sell) asing di seluruh market dan pasar reguler masing-masing Rp 25 miliar dan Rp 37,9 miliar.

Menurut Kepala Riset Daewoo Securities Taye Shim, IHSG hari ini akan bergerak sideways cenderung positif di kisaran 5.382-5.421.

Pergerakan IHSG akan didukung oleh rilis kinerja emiten selama sembilan bulan pertama 2016. Menurutnya, sebagian besar bank yang melaporkan kinerjanya berhasil mengalahkan ekspektasi konsensus. “Sebagai contoh adalah BCA, yang mencatat pertumbuhan earnings 13,2% YoY menjadi Rp 15,1 triliun,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Taye, indikator makro Indonesia tetap stabil dengan posisi USD/IDR di 13.004 dan 10-year government bond di 7,08%. “Di sisi lain, Dow Jones ditutup naik 0,2%. Kami rasa hal ini akan menjadi sentimen pendukung IHSG,” paparnya.

Asia beragam

Bursa Asia dibuka mixed pada awal transaksi perdagangan pagi ini (27/10). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.23 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2%, menuju level terendah dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, menurut data CNBC, indeks ASX 200 Australia turun 0,24%. Sektor energi turun 0,51%.

Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,24% di awal transaksi perdagangan. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berhasil naik 0,22%.

Pasar saham Asia kali ini dipengaruhi oleh sektor energi yang tertekan akibat anjloknya harga minyak dunia tadi malam.