KPF BALI  19/01/2015 – Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau dibuka dengan membukukan kenaikan terbatas (19/1). Meskipun sempat dibuka di teritori positif saat ini mata uang rupiah terpantau mengalami pergerakan ke teritori negative disebabkan beberapa sentiment negative yang menghampiri kawasan Asia.

Bursa saham Asia hari ini mengalami kondisi yang mixed. Sebagian bursa saham Asia termasuk bursa saham Indonesia mengalami kenaikan setelah Wall Street ditutup dengan membukukan peningkatan akhir pekan lalu. Akan tetapi sentiment negative berkembang di bursa Shanghai dan Hong Kong karena para pelaku pasar di Tiongkok bersikap pesimis terhadap pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Hari ini bursa saham Tiongkok anjlok tajam mencapai lebih dari 5 persen. Para pelaku pasar menjadi kurang semangat untuk mengoleksi instrument investasi yang berisiko seperti rupiah sehingga mata uang ini tertekan setelah sempat dibuka menguat.

Rupiah pada perdagangan Senin pagi tampak mengalami pembukaan pada posisi 12579.00 per dollar AS. Mata uang lokal tersebut mengalami peningkatan sebesar 11.00 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang ada di level 12590.00 per dollar. Saat ini rupiah bergerak turun sedikit ke level 12612.50 per dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan bergerak cenderung melemah. Sentimen negative dari Tiongkok membuat para pelaku pasar menunda mengoleksi instrument yang berisiko.

Mata uang rupiah hari ini berpotensi mengetes level support pada posisi 12640 dan 12660 per dollar. Sedangkan level resistance harian yang akan dites ada pada 12580 dan 12550 per dollar.