KPF BALI 19/11/14 -Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau dibuka dengan membukukan kenaikan yang masih mengesankan (19/11). Mata uang rupiah melanjutkan pergerakan menguat terhadap rival utamanya setelah pemerintah menetapkan harga baru BBM subsidi. Akan tetapi pagi ini rupiah sudah tampak bergerak ke teritori negatif menyusul aksi ambil untung para pelaku pasar.

Ketidakpastian mengenai kenaikan harga BBM akhirnya terjawab. Mulai tanggal 18 November pukul 00.00 pemerintah menetapkan harga jual BBM subsidi jenis premium dan solar dinaikkan. Premiun naik menjadi Rp 8500 per liter sedangkan solar naik menjadi Rp 7.500 per liter.

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM diikuti oleh Bank Indonesia yang kemarin dalam rapat darurat memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 bps menjadi 7.75 persen. BI rate saat ini berada di level paling tinggi dalam 5 tahun belakangan.

Langkah BI tersebut diambil untuk mengatasi kemungkinan lonjakan inflasi paska kenaikan harga BBM. Kenaikan suku bunga tersebut hari ini mulai menimbulkan efek negatif terhadap rupiah.

Rupiah pada perdagangan hari ini dibuka pada posisi 12092 per dollar AS. Mata uang lokal ini mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 44 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang ada di level 12136 per dollar AS. Sempat dibuka menguat, saat ini rupiah tampak bergerak melemah dan sudah berada pada posisi 12137 per dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terhadap dollar AS. Meskipun sedang masih belum terlalu kuat sinyalnya, bahaya tekanan inflasi yang mengancam membuat mata uang lokal tersebut berpotensi untuk mengalami penurunan. Mata uang rupiah hari ini berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 12070 – 12180 per dollar.