KPF BALI 02/12/14 -Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau dibuka dengan membukukan penurunan yang cukup signifikan (2/12). Rupiah bergerak negatif terhadap dollar dan sempat mencapai posisi paling rendah sejak tahun 2008 yang lalu.

Posisi rupiah masih amat rentan terhadap tekanan jual. Setelah menembus level support kuat di 12250 per dollar, tampaknya rupiah akan terus melorot jauh. Kondisi rupiah ini disebabkan oleh adanya ekspektasi inflasi yang akan makin tinggi paska kenaikan harga BBM subsidi.

Biro Pusat Statistik mengeluarkan data inflasi bulan November pada tanggal 1 Desember kemarin. Inflasi bulanan mengalami kenaikan menjadi 1.5 persen per bulan. Sementara itu inflasi tahunan berada di level 6.23 persen, jauh dari target BI 3.5 – 5.5 persen untuk tahun 2014 ini.

Dampak inflasi di bulan November tersebut masih terbatas karena kenaikan harga BBM dilakukan pertengahan bulan. Tampaknya di bulan Desember ini inflasi akan makin tinggi, terutama juga disebabkan faktor menjelang akhir tahun.

Rupiah pada perdagangan hari ini mengalami pembukaan pada posisi 12298 per dollar. Rupiah mengalami penurunan sebesar 17.5 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang ada di level 12280.5 per dollar AS. Saat ini nilai tukar rupiah tampak bergerak rebound dari posisi pembukaan dan sudah berada di level 12279.50 per dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan bergerak rebound terbatas terhadap dollar AS. Akan tetapi bahaya tekanan inflasi yang mengancam membuat mata uang lokal tersebut berpotensi untuk mengalami penurunan lanjutan.

Mata uang rupiah hari ini berpotensi untuk mengalami pergerakan rebound teknikal setelah kemarin terpental melemah. Hari ini rupiah akan mengalami pergerakan pada kisaran 12260 – 12310 per dollar.