PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI  27/04/2018 – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) rupanya tak terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kalau biasanya pelemahan mata uang Garuda mendorong penguatan harga emas batangan, tetapi kali ini harganya justru melemah.

Kamis (26/4), harga jual emas Antam justru melemah Rp 3.000 jadi Rp 653.000 per gram. Harga buyback turun Rp 6.000 jadi Rp 582.000 per gram. Dibandingkan sepekan sebelumnya, harga jual sudah terkoreksi Rp 6.000 dan harga buyback anjlok Rp 9.000. Sepertinya harga emas Antam sedang mengikuti harga emas spot, ujar Alwy Assegaf, analis Global Kapital Investama Berjangka, Kamis (26/4).

KONTAK PERKASA FUTURES 

Kemarin, harga emas kontrak pengiriman Juni 2017 di Commodity Exchange naik tipis 0,08% ke US$ 1.323,80 per ons troi. Tapi bila dihitung sepekan terakhir, harga emas cenderung tertekan. Menurut Alwy, saat ini harga emas berada dalam fase konsolidasi.

Karena harga emas internasional sedang konsolidasi, lazimnya ketika rupiah turun, harga emas batangan Antam naik. Sekarang emas Antam bergantung ke emas spot, kalau naik maka harga emas batangan juga naik, kata Alwy.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar menilai, harga emas Antam juga tertekan sentimen potensi kenaikan suku bunga AS. Pelaku pasar cenderung memburu dollar AS dan mengabaikan safe haven seperti emas. Apalagi harga emas Antam juga sudah tinggi, jelas dia.

Sekadar menambahkan, harga emas Antam hari ini, Jumat (27/4) masih bertahan di level Rp 653.000 per gram.

 

Tren masih positif

Sebenarnya, harga buyback emas Antam yang sudah menyentuh Rp 582.000 per gram dapat mendorong investor melakukan aksi ambil untung, terutama jelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 3 Mei nanti. Ini bisa dilakukan, karena pasar cenderung hati-hati sambil menanti arah kebijakan bank sentral AS tersebut.

Hasil FOMC akan menentukan arah pergerakan emas. Investor akan memutuskan kembali masuk ke pasar emas atau tidak setelah melihat sinyal The Fed, apakah akan agresif menaikkan bunga atau tidak. “Bila ada kepastian, harga emas Antam bisa berbalik menguat,” terang Deddy.

Deddy menyarankan, bagi investor yang sudah memiliki emas batangan untuk menahannya. Sedang investor yang gemar memanfaatkan fluktuasi harga bisa memanfaatkan situasi ini untuk masuk.

Alwy menilai, tren harga emas Antam sejatinya masih positif. Sentimen perang dagang dan konflik antara AS dan Iran masih belum hilang. Apalagi, pada 12 Mei nanti, Presiden AS Donald Trump akan memutuskan saksi terhadap Iran.

Karena itu, Alwy memprediksi harga emas Antam dapat naik lagi dan bergerak di kisaran Rp 650.000–Rp 658.000 per gram. Sepekan ke depan, harga akan cenderung menguat di rentang Rp 647.000–Rp 659.000 per gram.

Sementara Deddy memperkirakan, hari ini hingga sepekan berikutnya harga emas batangan Antam akan bergerak di area Rp 620.000–Rp 691.000 per gram.