KPF BALI 09/06/16- Hingga akhir perdagangan  pasar spot valas sesi Asia Kamis siang (8/06), kurs rupiah yang dibuka  lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya masih bergerak kuat dan nyaris tinggalkan kisaran 13200. Penguatan rupiah hingga siang ini berpijak pada momentum pelemahan dollar AS terhadap banyak rivalnya meskipun berita pemangkasan target pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah berusaha mengganjal.

Lihat: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terpangkas; Mari Belajar dari Filipina yang Tetap Bertumbuh Kuat

Mantapnya pergerakan rupiah hingga siang ini masih memberikan semangat bagi  investor asing  setor modalnya lebih banyak dari awal perdagangan,  net buy modal asing terpantau  sebesar Rp370 miliar. Dampak dari aksi asing ini tidak berhasil membuat IHSG Kamis siang menguat, pasalnya aksi profit taking investor lokal sangat kuat hingga indeks anjlok 0,4 persen.  

Pergerakan kurs rupiah  di pasar spot siang  ini bergerak positif dengan posisi penguatan 0,27% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13233/US$ setelah  dibuka lemah  pada level Rp13225/US$. Dari sisi kurs jisdor dan kurs BI rupiah Rabu  diperkuat dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini  menguat  ke  13231 dari  posisi 13241 perdagangan hari Rabu (8/06), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13297 setelah perdagangan sebelumnya 13307.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini  berpotensi terus kuat hingga akhir perdagangan  oleh potensi pelemahan dollar AS  hingga sesi malam, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13265  resistance  13214 per dollar.