KPF BALI 10/06/16 – Memantau pergerakan kurs rupiah pada perdagangan pasar spot valas dan juga antar bank hari terakhir  pekan ini,  rupiah Jumat (10/06)  masih nyaman di zona merah setelah dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya. Pergerakan rupiah ini seiring dengan pelemahan kurs yang dilakukan oleh BI.

Lihat: Dollar AS Sesi Asia 9 Juni Sulit Keluar Perangkap Bearishnya

Lemahnya rupiah pagi ini  memberikan sinyal investor asing untuk tarik modalnya dari bursa saham Jakarta sehingga  terbentuk net sell sebesar   Rp33 miliar lebih beberapa saat setelah pasar dibuka. Demikian dengan laju IHSG merespon aksi asing tersebut alami pelemahan hingga  0,1% ke posisi 4875.

Pergerakan kurs rupiah  di pasar spot pagi ini bergerak negatif dengan posisi penurunan 0,20% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13314/US$ setelah  dibuka lemah  pada level Rp13298/US$.  Demikian juga  kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini  melemah ke  13309 dari  posisi 13231 perdagangan hari Rabu (8/06).

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini  berpotensi menguat hingga akhir perdagangan  oleh proyeksi pelemahan dollar, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13318  resistance  13289.