PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 01/02/2019 –  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan, pada 2022 mendatang, produksi minyak nasional mencapai satu juta barel per hari (BOPD).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Wisnu Prabawa Taher menuturkan, kunci untuk mencapai target tersebut adalah dengan gencar eksplorasi dan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

KONTAK PERKASA

 

“Kuncinya pada eksplorasi dan EOR,” ujar Wisnu kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Jumat (1/2/2019).

Selain itu, SKK Migas mencatat, bakal ada 13 proyek migas yang akan rencananya akan beroperasi pada tahun ini. Proyek ini dapat menunjang produksi minyak, misalnya Proyek Full Well Stream Kedung Keris dengan produksi 3.800 bph oleh Exxon Mobil Cepu Ltd.

“Sehingga total estimasi produksi dari 13 proyek tersebut yakni 240 ribu boepd, dengan rincian produksi gas 1.300 mmscfd dan minyak 8.600 bph. Ada juga sumbangan produksi dari blok Rokan.

Adapun, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan, dari segi lifting migas di tahun ini ditetapkan di atas target APBN 2018, dari sebelumnya sebesar 2 juta setara barel minyak per hari (boepd) menjadi 2,025 juta boepd. Jika dirinci, maka target lifting minyak bumi sebesar 775 ribu barel per hari (bopd) dan target lifting gas bumi sebesar 1,250 juta boepd.

Upaya peningkatan lifting tersebut, kata Dwi, harus didukung dengan kegiatan eksplorasi yang masif. Di 2019, rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR ) kembali dipatok sebesar 100%.

Sebanyak 45 rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD) disetujui sepanjang tahun 2018, memberikan tambahan cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang terbukti sekitar 831,5 juta setara barel minyak. Penambahan cadangan tersebut berdampak signifikan pada pencapaian RRR hingga 105,6% dari target 2018. “Penemuan baru sangat dibutuhkan untuk mempertahankan produksi migas saat ini serta menjamin pasokan energi migas Indonesia, ujar Dwi.

Dwi menuturkan, dengan meningkatnya target lifting tersebut, diharapkan dapat mendukung tercapainya target penerimaan negara dan investasi.