PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 19/05/2020 –  Salah satu komoditi pangan yang melonjak naik jelang lebaran adalah bawang merah dan menjadi sorotan Presiden Jokowi. Pemerintah belum akan mengambil langkah impor untuk meredam harga.

Bawang merah, tidak ada rencana impor, karena sebetulnya ada daerah yang berproduksi besar,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (13/5).

Airlangga mengatakan harga bawang merah di Jawa rata-rata Rp 49 ribu-47 ribu per kg. Sedangkan di luar Jawa harganya sangat naik tajam.

“Tetapi memang kalau kita lihat di Jayapura memang masih ada yang Rp64 ribu, di Banda Aceh Rp 65 ribu, Sultra Rp 53.750. Jadi seperti mentan sampaikan ini masalah distribusi yang akan perlu didorong,” katanya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menambahkan bahwa produksi bawang merah puncak panennya pada Juni, karena ada pergeseran periode hujan ditambah soal distribusi. Ia mengklaim masih ada stok 78.700 ton untuk neraca nasional bawang merah.

“Oleh karena memang bulan Mei ini distribusinya yang harus kita bagi dengan tepat gitu..Sekali lagi kenaikan harga lebih banyak disebabkan oleh distribusi yang tidak normatif, tetapi kami jika sudah diserahkan ke satu wilayah, maka stabilitasnya langsung bisa kita jaga,” katanya.

Jokowi mencatat bahwa rata-rata harga bawang merah saat ini masih sekitar Rp 51 ribu per kilogram, masih jauh dari harga acuan bawang merah yang hanya Rp 32 ribu per kilogram.

Pada Selasa (12/5/2020), harga bawang merah rata-rata nasional ukuran sedang dibanderol Rp 51.950/Kg atau naik Rp 300 dibanding posisi penutupan kemarin. Kini harga bawang merah sudah di atas Rp 50.000/Kg.

Terhitung sejak awal bulan ini tepatnya pada Mei 2020 harga bawang merah telah naik sebesar 6,35%. Harga bawang merah tertinggi tercatat di Papua. Di Kota Sorong misalnya, untuk 1 Kg bawang merah harganya Rp 92.500. Sementara itu di Kabupaten Merauke untuk 1 Kg bawang merah dihargai Rp 87.500.

Smber : cnbcnews