PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 15/10/2019 – Siapa yang tidak kenal Jack Ma? Pendiri perusahaan e-commerce Alibaba yang juga adalah orang terkaya di China. Berdasarkan laporan Forbes, Jack Ma berhasil menduduki posisi satu orang terkaya di China tahun 2019, dengan kekayaan mencapai US$ 37,7 miliar
atau sekitar Rp 527 triliun per Selasa (15/10/19).

Pria kelahiran 15 Oktober 1964 ini sebelumnya hanya seorang guru bahasa Inggris biasa. Dalam mencapai karir menjadi guru bahasa Inggris, Jack Ma pun harus menghadapi berbagai tantangan besar.

Jack Ma, yang sudah mencintai bahasa Inggris sejak di sekolah menengah, selalu datang ke West Lake di Hangzhou, untuk berbicara bahasa Inggris dengan orang-orang asing. Saat di sekolah menengah, ia berhasil menjadi murid dengan nilai terbaik dalam pelajaran bahasa Inggris. Namun, selalu jadi yang paling buruk di pelajaran matematika.

Jack Ma juga pernah gagal masuk ke universitas tujuannya. Oleh karenanya, ia dan sepupunya mendaftarkan diri untuk bekerja sebagai satpam di hotel. Sayangnya, Jack Ma yang kalah dalam hal penampilan, ditolak dari pekerjaan itu. Setelahnya, Ma mencari pekerjaan lain, dan ia pun menjadi pengirim buku untuk agen majalah.

Kemudian atas dorongan ayahnya, Ma kembali mengambil ujian masuk universitas setelah gagal tiga kali. Akhirnya, Ma berhasil diterima di jurusan Bahasa Inggris di Hangzhou Normal University pada tahun 1984. Setelahnya, ia menjadi guru bahasa Inggris.

Kegigihan Ma dalam mempelajari bahasa Inggris membuatnya meraih gelar ‘penutur bahasa Inggris terbaik di Hangzhou’, yang akhirnya membuatnya di kirim ke Amerika pada tahun 1995. Meski tidak menerima sepeser uang pun dari perjalanan ini, Ma berhasil mengenal internet di Amerika.

Menganggap bahwa internet mungkin adalah sesuatu yang dapat menciptakan kekayaan, Ma langsung meminjam RMB 20.000 dari orang tuanya setelah kembali ke China. Ia mendirikan situs web e-commerce B2B China Yellow Page. Namun, dua tahun kemudian, startup pertama Jack Ma bangkrut.

Setelahnya pada tahun 1997, Ma dipekerjakan oleh Departemen Perdagangan Luar Negeri dan Operasi Ekonomi, bertanggung jawab untuk mengembangkan situs web resmi dan halaman web untuk perdagangan online komoditas China. Tahun berikutnya Ma mengundurkan diri dari jabatan publik, dan mendirikan Alibaba. smber : cnbcnews