PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 29/06/2020 – Harga emas Antam hari ini, Senin (29/6/2020) mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 alias seceng atau 0,12% menjadi sebesar Rp 853.120/gram dari perdagangan sebelumnya yakni Sabtu (27/6/2020) di Rp 854.120/gram.

Kendati menurun pada perdagangan hari ini, namun harga emas Antam di perdagangan pekan lalu justru mengalami kenaikan yang sebesar Rp 2.000 atau 0,24% dari harga sebelumnya.

Kenaikan ini juga seiring dengan penguatan harga emas dunia di pasar spot pada penutupan Jumat (26/6/2020) atau Sabtu pagi waktu Indonesia, yang naik US$ 9,13 ke level US$ 1.770,62.

 KONTAKPERKASA 

Sementara untuk harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum, juga turun 0,12% berada di Rp 85,312 juta dari harga sebelumnya Rp 85,412 juta per batang.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Senin ini (29/6/2020) turun Rp 1.000 menjadi Rp 911.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 912.000/gram pada hari Sabtu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun 0,12% atau Rp 1.000 ditetapkan pada Rp 806.000/gram, dari posisi kemarin Rp 807.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Harga Emas Antam 29 Juni 2020

Emas Antam

Penurunan harga emas Antam mengikuti turunnya harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan Senin ini (29/6/2020) pukul 09:15 WIB yang turun US$ 1,05 atau sekitar 0,06% pada US$ 1.769,57, melansir dari Refinitiv.

koreksi harga emas dunia terdorong oleh aksi ambil untung (profit taking) investor setelah lonjakan perdagangan sebelumnya. Bahkan sepanjang pekan kemarin harga emas dunia menguat 1,59% ke US$ 1.770,62/troy ons. Level tersebut merupakan rekor penutupan tertinggi sejak 8 Oktober 2012.

Lonjakan kasus terinfeksi virus corona secara global telah memicu penjualan aset berisiko dan menetapkan logam emas pada jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

“Kita mungkin melihat emas menembus level US$ 1.800/troy ons, dengan fundamental untuk emas cukup kuat di tengah meningkatnya kasus coronavirus, belum ada vaksin dan stimulus dari bank sentral utama secara global memberikan kekhawatiran inflasi,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA, melansir CNBC International.

Kebijakan moneter yang mudah dan serangkaian langkah-langkah stimulus oleh bank sentral utama untuk membendung dampak virus telah memicu kekhawatiran inflasi, mendorong harga emas ke level tinggi tahun ini dengan lonjakan sekitar 16,5%. Smber : cnbcnews