PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 10/11/2020 – Kabar positif dari pengembangan vaksin Covid-19 Pfizer membuat harga emas anjlok signifikan kemarin. Harga yang sudah jatuh dimanfaatkan oleh investor untuk membeli emas dan harga pun mulai naik pagi ini, Selasa (10/11/2020).

Pada 09.00 WIB, harga logam mulia emas di arena pasar spot menguat 0,59% ke US$ 1.872,86/troy ons. Kemarin harga emas drop 4,6% dalam sehari. Harga terjun bebas dari level US$ 1.951,5/troy ons ke US$ 1.861,9/troy ons pada penutupan.

Pfizer berkolaborasi dengan BioNTech asal Jerman, dan mengumumkan vaksin buatannya efektif menangkal penyakit akibat virus corona (Covid-19) hingga lebih dari 90% tanpa efek samping yang berbahaya.

Sontak kabar tersebut langsung memantik aksi jual di pasar emas dan membuat harganya ambrol. Para trader dan investor bertaruh terhadap vaksin dan berharap dengan adanya penangkal ini ekonomi akan segera bangkit.

Kabar tersebut membuat selera risiko investor pun bangkit. Hal ini terlihat dari penguatan aset-aset ekuitas di bursa New York. Dow Jones dan S&P 500 ditutup dengan penguatan sementara untuk Nasdaq Composite yang berisi saham-saham teknologi terbenam ke zona merah.

Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa tekanan jual tampaknya berlebihan karena ada banyak ketidakpastian di pasar dan ini menguntungkan bagi logam mulia emas.

Robin Bhar, seorang analis komoditas independen, mengatakan bahwa meski berita vaksin Covid-19 terbaru negatif untuk emas, masih banyak investor yang tidak mengetahui tentang potensi vaksin. Melansir Kitco News, Ia menambahkan bahwa investor harus menunggu sampai ‘debu’ mereda sebelum membuat perubahan besar dalam investasi emas mereka.

“Saat debu mengendap, saya pikir saya masih ingin membeli emas saat turun,” katanya. “Jalan masih panjang sebelum vaksin dapat diakses oleh semua orang. Ketika semua orang bisa mendapatkan vaksin itu mungkin saat Anda ingin menjual emas.” Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa dia juga tetap bullish pada emas dalam waktu dekat karena butuh waktu agar vaksin tersedia untuk umum.

“Virusnya bisa hilang, tapi itu tidak berarti pertumbuhan ekonomi akan berbalik dengan cepat,” katanya. “Banyak kerusakan telah terjadi yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah atau itu akan memakan banyak waktu.” Hansen menambahkan bahwa dia tidak terkejut melihat tekanan jual emas yang signifikan pada pengumuman vaksin. Dia menambahkan bahwa berita tersebut mengurangi kemungkinan pemerintah akan menyuntikkan lebih banyak stimulus ke pasar keuangan.

“Pada dasarnya, kami melihat penurunan perdagangan yang telah kami bangun selama enam bulan terakhir,” katanya. “Tapi masih banyak ketidakpastian untuk mendukung rezim baru emas. Vaksin adalah berita positif, tetapi tidak mengubah narasinya. “Meskipun ada pergeseran ekspektasi dari langkah-langkah stimulus baru, Hansen mengatakan bahwa ekonomi global masih harus ditopang dengan sejumlah stimulus ekonomi yang bernilai jumbo.

Kebijakan fiskal yang ekspansif dan moneter yang ultra longgar pada akhirnya membuat pasokan uang beredar menjadi banyak, dolar AS pun melemah, ekspektasi inflasi yang tinggi di masa mendatang dan imbal hasil riil di aset keuangan safe haven lain berupa obligasi pemerintah AS jatuh ke teritori negatif.

Narasi di atas masih tetap sama dan belum berubah. Oleh karena itu emas masih akan diuntungkan. Ketika harga emas ‘longsor’ para analis justru merekomendasikan untuk membeli di harga rendah atau buy on dip!

Smber : cnbcnews