PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/06/2019 – Indeks Shanghai dibuka menguat 0,07% ke level 2.854,07, sementra indeks Hang Seng naik 0,36% ke level 27.677,06.
Bursa saham China dan Hong Kong tetap bisa merangsek ke zona hijau terlepas dari panasnya tensi antara AS dan China di bidang perdagangan. Sejatinya, kabar yang beredar belakangan ini menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu di sela-sela KTT G-20 pada akhir bulan ini di Jepang.

Namun ternyata, pertemuan itu belum pasti. Berbicara dalam wawancara dengan CNBC International kemarin (10/6/2019), Trump tak berani mengonfirmasi pertemuannya dengan Xi. Trump hanya menyebut bahwa dirinya berpikir akan ada pertemuan dengan Xi.
“Saya pikir dia akan datang (ke KTT G-20), dan saya pikir kami dijadwalkan untuk menggelar sebuah pertemuan,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

Sementara itu, pihak China juga tak bisa mengonfirmasi terkait apakah Trump dan Xi akan bertemu untuk mencoba menyelesaikan perang dagang yang sudah berlarut-larut tersebut.

“Jika ada berita yang lebih konkret soal ini, maka China akan segera menerbitkan pemberitahuan,” ujar Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, mengutip Reuters.

Beijing juga menegaskan bahwa China tidak ingin ada perang dagang, tetapi tidak takut untuk melakukannya kalau terpaksa. Namun, pintu dialog dengan Washington masih terbuka, sepanjang dilakukan dengan prinsip saling menghormati.

“China tidak ingin ada perang dagang, tetapi tidak takut menghadapinya. Jika AS bersedia melakukan dialog dengan prinsip kesetaraan, maka pintu kami selalu terbuka. Namun jika AS bersikukuh ingin menaikkan eskalasi friksi dagang, maka kami akan merespons dengan tegas dan melawan sampai akhir,” tegas Geng.

Rilis data ekonomi yang menggembirakan berhasil memantik aksi beli di bursa saham China dan Hong Kong. Kemarin, ekspor China periode Mei 2019 diumumkan tumbuh sebesar 1,1% secara tahunan. Walaupun tipis saja, capaian pada periode Mei jauh lebih baik ketimbang April kala ekspor jatuh sebesar 2,7% secara tahunan, serta lebih baik dari konsensus yang memperkirakan penurunan sebesar 3,8%, dilansir dari Trading Economics.

Smber : cnbcnews