PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 17/06/2019 –  Bursa saham Tanah Air masih rentan kembali diperdagangkan di teritori negatif pada perdagangan di awal pekan ini, Senin (17/6/2019) di tengah ekspektasi pelaku pasar bahwa Federal Reserve atau The Fed selaku bank sentral AS, akan menurunkan bunga acuan Fed Funds Rate (FFR).

Akhir pekan lalu, Jumat (14/6/2019), Indeks Harga Saham Gabungan melemah sebesar 0,36% ke level 6.250,27 ketika pasar ditutup.
Performa IHSG senada dengan bursa saham Asia yang terkoreksi: indeks Shanghai turun 0,99%, indeks Hang Seng amblas 0,65%, indeks Straits Times turun 0,18%, dan indeks Kospi turun 0,37%. Potensi eskalasi perang dagang AS-China menjadi faktor yang menekan kinerja bursa saham di Asia.

PT KONTAK PERKASA

Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati, bulan ini The Fed diperkirakan belum akan memangkas suku bunga jika melihat beberapa indikator ekonomi AS yang saat ini masih cukup baik. Namun, suku bunga The Fed berpotensi dipangkas pada pada Juli atau September tahun ini.

Sementara, untuk Bank Indonesia diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan bila The Fed memangkas tingkat suku bunga lebih dahulu pada tahun ini.

Sentimen lainnya bersumber Presiden AS Donald Trump yang mengatakan tidak masalah jika Presiden China Xi Jinping setuju untuk bertemu dengannya akhir bulan ini untuk memulai kembali perundingan tentang perdagangan karena Amerika telah mengumpulkan miliaran dollar dalam bentuk tarif dari China.

“Secara teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak variatif dan akan diperdagangkan pada level 6.200-6.320,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (17/6/2019).

Di sisi lain, Panin Sekuritas memaparkan, hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak menguat pada level 6.200 – 6.320. IHSG mendapat sentimen positif wacana kesepakatan dagang antara AS dan China.

Sebelumnya, Panin menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup melemah 22,81 poin atau 0,36% menuju level 6.250,26. “IHSG masih berada di antara MA60 [rata-rata pergerakan 60 hari terakhir] dan support [tahanan bawah] 6.250 yang mana masih mengindikasikan penguatan namun terbatas,” jelas Panin Sekuritas.

smber: cnbcnews