PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI  28/06/2019 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan apresiasi sebesar 0,23% ke level 6.367,02. Pada pukul 09:30 WIB, penguatan IHSG adalah sebesar 0,08% ke level 6.357,44.
Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang justru sedang ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei turun 0,43%, indeks Shanghai turun 0,48%, indeks Hang Seng turun 0,46%, indeks Straits Times turun 0,08%, dan indeks Kospi turun 0,2%.

Kabar buruk seputar perundingan dagang AS-China membuat aksi jual menerpa bursa saham regional. Sebagai informasi, pada hari ini KTT G-20 resmi dimulai di Jepang. Besok (29/6/2019), Presiden AS Donald Trump dijadwalkan untuk menggelar diskusi dengan Presiden China Xi Jinping.
Kemarin (27/6/2019), South China Morning Post (SCMP) mengabarkan bahwa AS dan China telah secara tentatif setuju untuk memberlakukan gencatan senjata di bidang perdagangan guna menyambung lagi rantai negosiasi yang sudah terputus sejak bulan Mei. Media asal China tersebut mengutip berbagai sumber yang mengetahui masalah tersebut.

KONTAK PERKASA FUTURES

Seorang sumber mengatakan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump terkait pemberlakuan gencatan senjata tersebut merupakan syarat dari Presiden China Xi Jinping jika Trump ingin melakukan pertemuan dengannya di sela-sela KTT G-20.
Dengan kesepakatan tersebut, AS akan menunda kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang sebelumnya belum terdampak oleh perang dagang. Sebelumnya, Trump sudah berkali-kali mengancam akan mengenakan bea masuk sebesar 25% bagi produk impor senilai US$ 300 miliar tersebut.

Namun, pemberitaan tersebut justru kemudian dibantah oleh Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Kudlow menegaskan bahwa pertemuan Trump dengan Xi akan berlangsung tanpa adanya syarat apapun yang harus dipenuhi sebelumnya.

Ini artinya, eskalasi perang dagang AS-China bisa saja terjadi dan semakin menekan laju perekonomian kedua negara.

Smber : cnbcnews