PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 10/06/2020 – Harga emas dunia di pasar spot memperpanjang kenaikan pada Rabu (10/6/2020) karena pasar ekuitas global mereda setelah reli baru-baru ini, menjelang hasil pertemuan Komite Pengambil Kebijakan Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) yang diperkirakan akan menjelaskan keadaan ekonomi dan stimulus lebih lanjut.

Di pasar spot harga emas dunia pada pukul 13:20 WIB menguat US$ 3 atau 0,17% ke level US$ 1.717/troy ons dari  US$ 1.714/troy ons di penutupan sebelumnya.

“Kami melihat semacam dinamika yang cukup jelas di pasar saham dan saya pikir itu mendukung harga emas karena imbal hasil (yield) yang turun,” kata ahli strategi mata uang DailyFx, Ilya Spivak, melansir dari Reuters. Ekuitas Asia merosot setelah sebagian besar saham AS memangkas kenaikan yang dibuat selama reli baru-baru ini, yang juga mendorong imbal hasil obligasi AS lebih rendah.

Investor mengambil sikap hati-hati dan sedang menunggu pernyataan kebijakan moneter The Fed pada Kamis dini hari nanti (01:00 WIB), diikuti oleh konferensi pers dari Ketua Fed Jerome Powell.

Bankir sentral AS juga akan mempublikasikan proyeksi ekonomi pertama mereka sejak pandemi memicu resesi pada Februari.

“Pelaku pasar emas akan mencari petunjuk dari Fed mengenai realitas pemulihan ekonomi berbentuk V atau apakah investor pasar saham telah maju sendiri dalam mengasumsikan pemulihan berbentuk V,” kata Phillip Futures dalam sebuah catatan.

“Jika Fed melukiskan gambar yang negatif (dovish) untuk Wall Street, permintaan akan berubah kembali ke instrumen emas.”

The Fed telah memangkas suku bunga mendekati nol persen dan meluncurkan serangkaian langkah-langkah stimulus untuk membatasi kerusakan ekonomi dari Covid-19. Suku bunga yang lebih rendah dan stimulus yang meluas cenderung mendorong permintaan untuk emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Fundamental untuk kenaikan harga emas cukup optimis, lalu bagaimana dengan proyeksi harga emas secara teknikal?

Simak analisis teknikal di bawah ini!

Analisis Teknikal

Pergerakan harga emas dengan menggunakan periode harian dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, emas bergerak menuju area resistance, dengan garis BB yang mendatar, artinya pergerakan cenderung menguat terbatas atau sideway.

Sementara indikator Fibonacci Retracement yang menggunakan tren line atau garis tren, dengan level-level yang dijadikan sebagai area acuan atau referensi dalam menentukan area support dan resistance. Saat ini berada di antara area 23,6% dan 0% fibo, melalui penarikan garis dari harga terendah ke harga tertinggi dalam cakupan periode harian.

Untuk melanjutkan penguatan emas perlu melewati level resistance terdekat dari indikator BB di area US$ 1.7500/troy ons terlebih dahulu sebelum menyentuh resistance fibo 0% di US$ 1.765/troy ons.

Sementara untuk merubah bias menjadi bearish perlu melewati support yang berada di area US$ 1.690/troy ons yang sekaligus menjadi area 23,6% fibo hingga area US$ 1.675/troy ons atau area support garis BB.

Sementara itu, indikator Stochastic yang digunakan sebagai area jenuh beli (overbought) di level 80 dan area jenuh jual (oversold) di level 20. Emas saat ini berada di area jenuh jual yang berpotensi untuk rebound. Garis Moving Average (MA) yang mulai berpotongan dan bergerak ke atas dari area 20 maka harga masih cenderung rebound atau naik lebih lanjut.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB dan Fibonacci yang mencoba menyentuh area resistance, maka pergerakan emas masih berpotensi untuk bullish atau naik lebih lanjut. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator stochastic yang oversold, artinya mednukung kenaikan.

Selama harga emas bermain di area US$ 1.700/troy ons, pergerakan masih akan bullish.Emas perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.