PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 03/07/2019 – Harga emas kembali menembus rekor tertinggi di tahun ini. Perang dagang global yang terus memanas membuat investor masih gemar mengoleksi emas sebagai instrumen pelindung nilai (hedging).

Pada perdagangan hari Rabu (3/7/2019) pukul 09:30 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) menguat 1,84% ke level US$ 1.433,9/troy ounce. Adapun harga emas di pasar spot naik 0,97% menjadi US$ 1.431,91/troy ounce.

Harga emas COMEX dan Spot juga ditutup menguat masing-masing sebesar 1,35% dan 2,47% pada perdagangan Selasa (2/7/2019) kemarin

PT KONTAK PERKASA FUTURES

“Huawei akan tetap masuk dalam daftar hitam di mana akan ada kontrol ekspor yang ketat dan dalam hal yang berkaitan dengan keamanan nasional maka tak akan ada izin yang diterbitkan (bagi perusahaan AS untuk berbisnis dengan Huawei,” kata Kudlow dalam wawancara dengan Fox News, dilansir dari CNBC International.

Lebih parah lagi, Trump juga ingin kesepakatan dagang AS-China dibuat dengan lebih menguntungkan pihaknya.

“Itu (kesepakatan dagang) haruslah lebih menguntungkan kita ketimbang China karena mereka telah mengambil keuntungan yang sangat besar (dari AS) untuk begitu lama. Sudah jelas Anda tidak bisa membuat kesepakatan 50-50. Itu (kesepakatan dagang) haruslah lebih menguntungkan kami,” ujar Trump di Gedung Putih, dikutip dari CNBC International.

Selain itu AS juga kembali memperparah perang dagang dengan Eropa.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS (US Trade Representatives/USTR) telah menyelesaikan kajian mengenai produk-produk Uni Eropa senilai US$ 4 miliar yang bisa dikenai bea masuk. Barang-barang tersebut diantaranya adalah minyak zaitun, keju, hingga wiski.

Memang, hingga saat ini bea masuk tambahan belum diterapkan pada produk-produk tersebut. Namun apabila nanti benar-benar berlaku, artinya akan ada produk Eropa senilai US$ 25 miliar yang dikenakan bea masuk. Reaksi Uni Eropa juga mudah ditebak, yaitu membalas dengan aksi serupa.

Sebagai informasi, AS telah mengenakan bea masuk bagi produk-produk Uni Eropa senilai US$ 21 miliar pada April 2019 silam. Uni Eropa pun membalas dengan mengenakan bea masuk terhadap produk made in USA senilai US$ 20.

Sebagaimana yang telah diketahui, Uni Eropa merupakan blok ekonomi terbesar di dunia. Jika berseteru dengan AS yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar dunia, dampaknya mudah diterka.

Perlambatan ekonomi global akan semakin menjadi-jadi. Rantai pasokan melambat. Aktivitas industri makin loyo.

Atas risiko tersebut, pelaku pasar makin enggan untuk agresif berinvestasi. Salah langkah sedikit, kerugian bisa masif. Aset-aset safe haven seperti emas pun kembali mendapatkan pamornya.

smber : cnbcnews