PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 17/07/2019 – Kenaikan harga emas global dan emas batangan menjadi salah satu katalis penguatan harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. Investor tampaknya berekspekasi kenaikan harga emas tersebut bisa mendorong kinerja penjualan perseroan.

Jelang penutupan perdagangan sesi I, Selasa (16/7/2019), harga saham Antam tercatat 1,7% ke level Rp 895/saham. Volume perdagangan saham emiten yang masuk anak usaha PT Inalum (Persero) ini mencapai 68,49 juta, senilai Rp 60,94 miliar. Harga saham Antam tampaknya tahun ini berada di jalur positif, di mana kenaiknnya secara year to date atau tahun berjalan mencapai 17% atau tepatnya 16,99%.

Hal ini sejalan dengan harga emas dunia. Berdasarkan data Comex harga emas secara year to date naik 10,33%, sedangkan harga di pasar spot naik 10,21%.
Sementara itu, harga emas batangan produksi Antam dalam pada periode yang sama untuk ukuran 1 gram tercatat naik 5,85%.
Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia sudah naik 1,07%, bahkan penguatannya mencapai 5,5% selama sebulan ke belakang.

Oleh karena itu, komoditas ini sangat rentan terkena profit takingCuanbesar sudah didapat, sehingga investor bisa melepas emas kapan saja, harga pun terkoreksi.

Selain itu, penurunan harga emas juga disebabkan oleh dolar AS yang cenderung menguat. Pada pukul 08:51 WIB hari ini, Dollar Index (yang mengukur posisi mata uang greenback ini di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,02%.

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Apresiasi dolar AS disebabkan oleh rilis data ekonomi yang positif. Bank sentral AS, Federal Reserves/The Fed New York melaporkan, angka pembacaan awal indeks manufaktur untuk negara bagian New York periode Juli ada di 4,3. Jauh membaik ketimbang Juni yang -8,6. Angka 4,3 juga di atas konsensus pasar yang dihimpun Reuters yaitu 2.

Data ekonomi AS yang masih bagus ini membuat peluang penurunan suku bunga acuan mengecil, meski probabilitasnya masih sangat tinggi. Mengutip CME Fedwatch, kemungkinan penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir Juli adalah 70,3%. Lebih rendah dibandingkan kemarin yang mencapai 77%.

Jadi, masih ada harapan The Fed tidak jadi menurunkan suku bunga acuan (walau amat sangat tipis sekali banget). Sebab itu, dolar AS masih mampu menguat meski di rentang terbatas.
Hubungan emas dan dolar AS adalah berbanding terbalik. Kala dolar AS menguat, emas justru melemah.

Emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS, sehingga kala greenback menguat maka harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Ini menyebabkan permintaan berkurang sehingga harga mengarah ke selatan.

smber : cnbcnews