PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI  23/09/2019 – Harga emas gagal menggambarkan gelombang penghindaran risiko baru-baru ini karena mereka tetap di bawah garis resistensi jangka pendek sementara bergerak ke level $1.513 pada Senin pagi.

Ketegangan geopolitik yang diperbarui antara Arab Saudi dan Yaman telah menjadi kekuatan pendorong utama bagi sentimen risiko pasar segera. Menyusul ancaman dari pemberontak Houthi, Arab Saudi juga telah melontarkan sinyal perang jika serangan terjadi sedangkan AS mengerahkan pasukan tambahan di Timur Tengah sebagai tindakan yang “bersifat defensif”.

KONTAK PERKASA FUTURES || Dolar AS Keok, Harga Emas Antam Ngegas Lagi! Naik Rp 4.000

Di sisi lain, kepergian awal delegasi China dari AS, tanpa mengunjungi pertanian AS, mendapat sinyal negatif terkait dengan negosiasi perdagangan yang baru-baru ini dilakukan di Washington. Namun, media AS dan China telah mencoba untuk meliput masalah ini untuk (kemungkinan) menghindari awal buruk pembicaraan pada bulan Oktober.

KONTAK PERKASA||Potensi Harga Emas Cetak Rekor Masih Terbuka!

Juga yang mendukung risk-off adalah kelanjutan dari gelombang kebijakan moneter yang longgar dari bank sentral global di tengah kurangnya statistik headline positif dan ketidakpastian perdagangan yang sedang berlangsung.

Sementara sentimen risk-off menyeret ekuitas dan imbal hasil Treasury AS turun, Yen Jepang (JPY) dan Emas harus menanggung beban kekokohan Dolar AS (USD). Perlu juga dicatat bahwa libur nasional Hari Ekuinoks Musim Gugur di Jepang dan kurangnya sinyal baru selama awal sesi Asia juga membatasi sisi positif safe-haven.

Ke depan, pedagang bisa mengawasi angka aktivitas awal dari Zona Euro dan AS sementara juga mengikuti berita utama perdagangan/politik untuk arahan lebih lanjut.

Sumber : FX Street