PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 03/03/2020 – Harga emas batangan nasional melonjak Rp 5.000/gram pada perdagangan Selasa (3/3/2020), menjadi Rp 815.000/gram, mengikuti ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) untuk mengatasi dampak virus corona.

Kenaikan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menjadi acuan nasional itu mengikuti tren kenaikan harga emas global. Emas di pasar spot naik 0,1% ke US$ 1.592,07 per troy ons sedangkan harga emas berjangka AS stabil di US$ 1.594,02 per ons.

Penguatan emas tersebut terjadi menyusul makin kuatnya pertaruhan bahwa bank sentral global akan beramai-ramai memangkas suku bunga acuannya untuk mengurangi dampak dari wabah virus corona yang menyebar cepat.

Di AS, pasar bertaruh bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan memberikan dosis besar stimulus mulai bulan ini, dengan pemangkasan sebesar 50 basis poin menjadi 1%-1,25%. Suku bunga yang dipangkas menandakan keinginan bank sentral menggenjot laju ekonomi.

Bagi emas, suku bunga merupakan salah satu varian pergerakan harga.  Ketika suku bunga AS dipangkas, dolar AS (Greenback) cenderung melemah yang memberikan stimulus bagi investor global untuk membeli emas karena harga pembeliannya dalam dolar AS menjadi lebih murah.

Bank Sentral Beraksi, Emas Antam Cuan Rp 5/000/Gram Hari Ini

Berdasarkan analisis teknikal, harga emas dunia berpeluang melanjutkan kenaikan hingga ke level US$ 1.640/ons. Namun perlu diperhatikan jika tahanan bawah (support) emas pada level US$ 1.555/ons disentuh, maka emas akan berubah haluan ke tren penurunan (bearish).

Analisis ini disusun dengan melihat harga terendah harian yang levelnya semakin meninggi (high) dari hari ke hari. Di sisi lain kalau kita tarik garis tren, sangat jelas bahwa harga emas bergerak ke atas dengan potensi penguatan lebih besar daripada penurunannya.