KPF BALI 05/06/14 -Untuk sekali ini payroll AS tidak akan menjadi bintang dari kalender forex minggu ini, bintangnya jatuh pada ECB yang akan membukakan seperangkat peralatan kebijakan ekonomi dan moneter kamis yang akan datang, kata JP Morgan sebagaimana yang dikutip oleh eFXnews.

Apa yang akan terjadi di pertemuan ECB yang akan datang?

“Skenario sentral kami adalah pemangkasan 15bp di refi rate (menjadi 10bp) dan deposit rate (menjadi 15bp), suatu perluasan dari pembagian penuh dari pertengahan 2015 sampai pertengahan 2016, dan suatu bentuk dari pendanaan jangka panjang bagi bank-bank” proyeksi dari JMP.

“Sebagai tambahan kami berpikir bahwa suatu pengumuman bisa dibuat mengenai pembelian SME ABS (Small Medium Enterprises Asset Backed Securities) bahkan jika mereka hanya bisa dimulai pada akhir dari tahun ini. Masih perlu dilihat apakah ECM akan secara eksplisit tetap membuka pintu untuk memperluas program ini mencakup asset yang lain jika diperlukan. Tetapi karena tidak ada biaya untuk melakukannya maka kami berpikir ECB akan memilih untuk membuka semua pilihan pada tahap ini,” kata JMP.

“ ECB kemungkinan memiliki banyak peralatan ekonomi dan moneter yang baru tetapi efek kumulatif dari semua ini kemungkinan hanyalah penambahan pelonggaran bersih (incremental net easing), bukan perubahan besar-besaran. Pengurangan sekitar 5-10 bp di tingkat bunga pasar dan perluasan neraca sebesar 1% dari GDP sedikit lebih bernilai dari pada turunnya beberapa sen EUR/USD yang sudah disesuaikan oleh pasar sebelumnya.” Kata JPM.

Pendapat lain mengatakan, ECB kemungkinan akan bertindak sebagaimana yang dijanjikan dan terus menekan euro. Sementara euro turun selama bulan Mei karena komentar Draghi yang terakhir, nilai tukarnya kemungkinan masih terlalu tinggi. Hal ini membuat tingkat inflasi tetap rendah. Ditambah lagi supply uang diperketat.

Pemotongan antara 10 sampai 15 basis poin mungkin saja terjadi baik di dalam tingkat bunga pinjaman maupun tingkat bunga deposito. Selain itu ECB bisa menemani pergerakan ini dengan suatu bentuk LTRO. Disamping semua persiapan tersebut diatas, tindakan dari Draghi dan kata-katanya belum semuanya diperhitungkan dalam harga. Draghi masih bisa menyeret euro turun lagi.

Ferli/ Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research