KPF BALI 19/11/14 –

Harga kedelai di bursa CBOT pada penutupan perdangangan Selasa 18 November 2014 terpantau ditutup dengan mengalami penurunan signifikan. Pelemahan harga kedelai di bursa CBOT dipicu oleh tekanan sentimen sisi supply dari rilis data USDA.

Laporan USDA terkait kondisi perkembangan masa panen AS Senin waktu setempat lalu terpantau memicu harga kedelai untuk kembali jatuh di CBOT. Peningkatan kekhawatiran akan mulai menumpuknya persediaan global seiring panen AS yang diperkirakan akan mencapai rekor pada tahun ini, memberikan sentimen negatif kuat. Dampak dari hal tersebut, harga kedelai CBOT pun anjlok Selasa lalu. Adapun berdasarkan data USDA dilaporkan proses panen kedelai AS telah berada di level 94%

Meskipun demikian, pergerakan melemah pada harga kedelai CBOT masih relatif tertahan oleh sentimen positif sisi demand. Ekspor kedelai AS yang terpantau berada dalam level tinggi berdasarkan data USDA sebelumnya, cukup memberikan dorongan penguatan terhadap harga kedelai seiring indikasi demand yang baik meskipun supply mencapai rekor.

Pada penutupan perdagangan Selasa 18 November 2014 di bursa CBOT, harga kedelai terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan signifikan. Harga kedelai berjangka CBOT untuk kontrak Januari 2015 ditutup turun 1,35% ke tingkat harga $10,232/bushel atau melemah $0,14/bushel.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga kedelai akan cenderung terdorong kembali melemah pada perdagangan hari ini di CBOT. Hal tersebut dilandasi oleh cenderung kuatnya sentimen negatif dari sisi supply seiring proses panen AS yang akan selesai disaat ekspektasi total produksi diperkirakan akan memicu penumpukan supply global. Terkait pergerakan harga, diprediksi harga kedelai CBOT akan bergerak melemah untuk mencoba menembus level $10,10 dengan potensi lanjutan ke $9,95. Sebaliknya apabila terjadi penguatan, harga akan mencoba menembus level $10,35 dengan potensi lanjutan ke $10,45.