PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/12/2018 – Mengonfirmasi rumor yang beredar sebelumnya, PM Theresa May memutuskan untuk menunda voting draft rencana Brexit di parlemen, yang sedianya akan digelar Selasa (11/Desember) besok. Alasannya, jika voting tetap digelar sesuai jadwal, maka jelas ia akan mendapat penolakan yang signifikan. Selain itu, May mengatakan masih perlu membereskan detail Backstop Plan untuk masalah perbatasan Irlandia Utara.

 

may-brexit

 

PM May tak menjawab kapan jadwal baru voting akan dilaksanakan. Ia hanya mengatakan bahwa tanggal 21 Januari 2019 adalah deadline penyusunan Undang-Undang Brexit. PM May juga menolak semua alternatif yang diajukan para menterinya, termasuk referendum Brexit kedua ataupun No Deal Brexit. Menurutnya, draft Brexit yang telah ia pegang saat ini sudah merupakan kesepakatan yang terbaik bagi Inggris, dan ia akan memperjuangkannya.

 Kontak perkasa futures

GBP/USD Turun Drastis

Kabar tersebut berarti bahwa risiko No Deal Brexit kembali meningkat. No Deal Brexit cenderung melemahkan Pound. Saat berita ini ditulis pada pukul 23:42 WIB, penurunan GBP/USD mencapai 1.29 persen di grafik harian, menyentuh level 1.2562.

gu
Sebelumnya, sore tadi Inggris juga menerbitkan data GDP Inggris bulanan dan Produksi Manufaktur dengan hasil yang terbilang kurang memuaskan meski ada kenaikan dalam data GDP bulanan. Berikut ini keterangan selengkapnya:

 

GDP Inggris Bulanan Sesuai Ekspektasi

Pertumbuhan ekonomi Inggris bulanan (m/m) untuk Oktober 2018 naik sebanyak 0.1 persen sesuai dengan ekspektasi. Perolehan tersebut lebih baik dibandingkan dengan dua bulan berturut-turut sebelumnya, yang stagnan di nol persen alias tidak tumbuh.

 

gdp mom

 

Produksi Manufaktur Inggris Minus Lagi

Produksi Manufaktur (Manufacturing Production) Inggris untuk bulan Oktober 2018 jatuh ke -0.9 persen, menghapus kenaikan 0.2 persen di bulan sebelumnya. Angka pada bulan Oktober tersebut menjadi penurunan Produksi Manufaktur bulanan (m/m) Inggris yang terendah kedua setelah Produksi Manufaktur bulan April 2018 yang mencapai -1.3 persen.

uk-manf-prod

 


Gross Domestic Product (GDP) menyatakan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di Inggris, sektor yang menyumbang perubahan GDP adalah produksi, jasa, konstruksi, dan pertanian. Ada 3 versi rilis GDP Inggris dalam tiap kuartal: Advanced (estimasi pertama), Preliminary (estimasi kedua), dan Final. Namun mulai bulan Juli 2018, Office for National Statistics (ONS) Inggris juga merilis data GDP bulanan di samping GDP per kuartal.