PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 29/11/2018 – Dalam pidatonya di Economic Club of New York Kamis (29/Nov) dini hari tadi, Powell mengatakan bahwa suku bunga acuan The Fed sudah “persis di bawah” (just below) level netral. Artinya, bank sentral AS sekarang sudah sangat dekat dengan poin dimana mereka tak perlu lagi mengerem ataupun mengegas tingkat suku bunga. Padahal, bulan lalu Powell masih hawkish dengan mengatakan bahwa level suku bunga “masih jauh” dari netral.

 

powell

 

Akibatnya, para investor pun khawatir jika kenaikan suku bunga memang akan menghalangi pertumbuhan, seperti isu yang berhembus selama ini. Selain itu, pernyataan Powell tersebut muncul sehari setelah keluhan Presiden AS Donald Trump atas kenaikan suku bunga. Pasar saham pun melonjak sedangkan Dolar AS jatuh.

 

Respon Pasar Berlebihan, Dolar AS Turun Drastis

Indeks Dolar AS (DXY) turun lebih dari 0.6 persen dari level 97.5. Saat berita ini ditulis pada hari Kamis (29/November) pagi, DXY masih tertekan 0.09 persen dan diperdagangkan di level 96.76 dalam time frame harian.

dxy

 

USD/JPY turun 0.25 persen ke 113.39. Sedangkan GBP/USD yang kemarin sempet melemah gara-gara perkembangan isu Brexit, kini juga menguat ke 1.2832.

Melihat fenomena ini, para analis buru-buru memperingatkan bahwa reaksi para investor terlalu berlebihan dalam menafsirkan pernyataan Powell. Padahal, jika isi pidato itu dipelajari secara keseluruhan, sangat sedikit bukti yang menujukkan bahwa ketua bank sentral AS tersebut bermaksud untuk mengubah rencana, khususnya rencana Rate Hike bulan depan.

Namun, untuk rencana kenaikan suku bunga pasca Desember mendatang, proyeksi para ekonom kini terpecah. Goldman Sachs Group dan JP Morgan Chase & Co. masih memprediksikan empat kali kenaikan, sedangkan Morgan Stanley dan Citigroup memprediksi hanya dua kali kenaikan di tahun 2019.

KONTAK PERKASA FUTURES