PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/02/2019 – Wall Street bergerak tak percaya diri, Senin (11/2/2019), saat para investor menantikan kabar sekecil apa pun dari perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,21%, S&P 500 hanya mampu naik tipis 0,07%, dan Nasdaq Composite bertambah sedikit 0,13%.

“Pasar sekarang sedang menantikan informasi mengenai isu perdagangan dan geopolitik yang masih berlangsung,” kata Brent Schutte, chief investment strategist di Northwestern Mutual Wealth Management.

KONTAK PERKASA FUTURES
“Kita sedang menunggu dan mencoba menilai seperti apa kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang,” kata Schutte.

Axios melaporkan pada hari Minggu dengan mengutip dua sumber di pemerintahan bahwa para penasihat Presiden AS Donald Trump telah secara informal membicarakan kemukinan mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping bulan depan di resor pribadi Trump di Florida, Mar-a-Lago, dilansir dari CNBC International.

Wall Street Grogi Nantikan Hasil Perundingan Dagang AS-ChinaFoto: Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Pertemuan itu bisa berlangsung secepatnya di pertengahan Maret, menurut laporan itu. Namun, sumber tersebut mengatakan belum ada persiapan yang telah dilakukan saat ini.

KONTAK PERKASA FUTURES

Trump pekan lalu mengatakan rencana pertemuannya dengan Xi tidak mungkin terjadi di awal Maret. Jika kesepakatan dagang tidak tercapai sebelum tenggat waktu awal Maret mendatang, AS akan menaikkan bea impornya terhadap berbagai produk China serta kembali memanaskan perang dagang di antara keduanya.

Para pejabat AS dan China kembali memulai putaran perundingan terbaru di Beijing, China, hari Senin. Pembicaraan setingkat wakil menteri itu akan membahas mengenai kekayaan intelektual.

KONTAK PERKASA FUTURES

Kemudian, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer akan bertemu Wakil Perdana Menteri China Liu He akan bertemu Kamis dan Jumat pekan ini.

“Kami mengharapkan kesepakatan dagang antara AS dan China tercapai akhir bulan ini,” tulis Ed Yardeni, presiden dan chief investment strategist di Yardeni Research. “China sangat membutuhkan kesepakatan untuk memenuhi permintaan Trump akan perdagangan yang lebih adil sehingga ia tidak akan mengenakan tarif impor baru terhadap barang-barang dari China.”