PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 24/08/16 – Ekonomi Jerman tumbuh 0,4 persen pada kuartal Juni 2016, melambat dari ekspansi 0,7 persen pada kuartal sebelumnya dan sesuai perkiraan awal pada 12 Agustus. Demikian rilis yang disampaikan Kantor Statistik Federal Jerman di Wiesbaden, Rabu (24/08).

Perdagangan merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal kedua karena permintaan domestik tergerus kemerosotan investasi.

germany-gdp-growth (2)

Perdagangan menyumbang 0,6 persen pertumbuhan, dengan ekspor naik 1,2 persen dan impor jatuh 0,1 persen. Belanja swasta dan pemerintah juga mendukung pertumbuhan.

Kinerja Jerman di kuartal kedua diimbangi stagnasi di Italia dan Perancis dan didukung pertumbuhan Zona Eropa sebelum keputusan Brexit pada bulan Juni. Sementara Bundesbank memprediksi peningkatan mantap dalam ekspor Jerman dan kenaikan investasi dan konsumsi di bulan depan, perusahaan telah menyampaikan pesan lebih berhati-hati pada prospek permintaan.

Sebuah survei terhadap manajer pembelian pada hari Selasa menunjukkan ekonomi Jerman kehilangan beberapa momentum pada bulan Agustus sebagai manufaktur didinginkan dan sektor jasa mencatat kinerja terlemah dalam 15 bulan. Namun, pertumbuhan berjalan pada tingkat kuartalan sebesar 0,5 persen, kata IHS Markit.

Lembaga riset Ifo akan merilis indeks iklim bisnis pada hari Rabu. Ekonom memprediksi sedikit perbaikan bulan ini setelah memburuk lebih lemah dari perkiraan pada bulan Juli.

Pada kuartal kedua, investasi modal dikurangi 0,3 poin persentase dari ekspansi PDB, dengan konsumsi swasta dan pemerintah menambahkan masing-masing 0,1 poin, menurut laporan tersebut.

Pemerintah memiliki surplus anggaran sebesar 18,5 miliar euro ($ 21000000000) atau 1,2 persen dari PDB pada semester pertama 2016, kata kantor statistik.