PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 28/07/16 – Dolar melemah setelah Federal Reserve menegaskan pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga, meskipun mengakui risiko terhadap perekonomian sudah mereda. Bursa Saham Jepang memimpin penguatan di bursa-bursa saham Asia sementara harga logam dasar naik.

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur greenback terhadap 10 mata uang utama, turun 0,3 persen pada 13:38 di Hong Kong, setelah tergelincir 0,4 persen selama dua sesi sebelumnya. Won Korea Selatan naik ke tertinggi sembilan bulan, memimpin penguatan bersama dengan ringgit Malaysia dan dolar Selandia Baru. Nilai tukar Yen diperdagangkan di level 104,79 per dolar. Mayoritas ekonom memprediksi Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan meningkatkan pembelian aset pada hari Jumat dan menurunkan suku bunga yang sudah negatif.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 persen, Shanghai Composite Index turun 0,2 persen setelah membukukan penurunan terbesar dalam enam minggu pada hari Rabu. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,7 persen. Di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 0,3 persen didorong kenaikan harga saham pertambangan dan konsumer, sedangkan indeks Kospi di Seoul tergelincir 0,5 persen.

Nikel naik 1,6 persen di London, sementara tembaga di New York rebound 1,3 persen dari penutupan terendah dalam lebih dari dua minggu. Melemahnya dolar memberikan dukungan untuk kenaikan harga komoditas dalam dolar.

Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,3 persen menjadi $ 42,06 per barel, setelah tenggelam hampir 7 persen selama lima sesi terakhir dan mencapai harga penutupan terendah sejak 19 April, minyak Brent naik 0,4 persen.

Persediaan minyak mentah naik sebesar 1,67 juta barel pekan lalu karena produksi meningkat, demikian laporan yang dikeluarkan oleh Energy Information Administration. Stok bensin juga diperluas di tengah “summer driving season” di AS yang akan berakhir pada tanggal 5 September mendatang, bertepatan dengan hari buruh. Emas untuk pengiriman segera turun 0,1 persen menjadi $ 1,338.90 per ounce setelah naik 1,9 persen selama dua sesi sebelumnya.

Obligasi Australia memimpin rebound dalam utang pemerintah, dengan imbal hasil yang turun tujuh basis poin, atau 0,07 persen, menjadi 1,88 persen. Di Selandia Baru, imbal hasil obligasi jatuh tempo yang sama tergelincir empat basis poin menjadi 2,22 persen.

Sepuluh tahun AS Treasuries sepuluh tahun AS mundur sedikit, dengan imbal hasil naik satu basis poin menjadi 1,51 persen. Tarif obligasi di Jepang naik dua basis poin menjadi minus 0,275 persen.