KPF BALI 17/05/16 – Minyak mempertahankan keuntungan mendekati penutupan tertinggi dalam enam bulan sebelum rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kedua, sehingga mengurangi surplus stok global.

Futures menguat sebanyak 0,4 persen di New York setelah naik 3,3 persen pada hari Senin. Persediaan terindikasi jatuh sebesar 3,5 juta barel, menjadi penurunan dua minggu beruntun pertama sejak September, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi Rabu nanti.

Minyak sudah melonjak lebih dari 80 persen sejak merosot ke level terendah dalam 12 tahun pada awal tahun ini pada tanda-tanda surplus stok global akan mereda dikarenakan penurunan produksi AS. Pasar diprediksi akan menjadi defisit lebih awal dari yang diharapkan menyusul gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan, menurut Goldman Sachs Group Inc.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik sebanyak 21 sen ke level $ 47,93 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 47,78 pada pukul 08:21 pagi waktu Hong Kong. Kontrak tersebut naik $ 1,51 ke level $ 47,72 pada hari Senin, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 3November. Jumlah volume perdagangan yakni sekitar 71 persen di bawah rata-rata.100-hari

Brent untuk pengiriman Juli berada di $ 48,93 per barel, turun 4 sen, di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global ini berada di premi 47 sen untuk WTI bulan Juli. (sdm)

Sumber: Bloomberg