PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI  14/06/2017 – NEW YORK. Harga minyak terus meningkat pada Selasa (13/6) atau Rabu pagi WIB, karena para pedagang mengantisipasi data resmi akan menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik US$ 0,38 menjadi menetap di US$ 46,46 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik US$ 0,43 menjadi ditutup pada US$ 48,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis data mingguan tentang persediaan minyak negara tersebut pada Rabu (14/6) waktu setempat.

Beberapa analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun lebih dari dua juta barel pada pekan lalu.

Sementara itu, Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia, akan memotong alokasi minyak mentah ke Asia pada Juli menjadi sekitar 300.000 barel per hari (bpd), lebih dalam daripada Juni.

Namun demikian, produksi minyak OPEC meningkat pada Mei, meskipun ada kesepakatan mengenai penurunan produksi pada bulan lalu, laporan kartel tersebut menunjukkan pada Selasa (13/6).

Laporan bulanan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan bahwa didorong oleh peningkatan produksi Nigeria, produksi minyak kartel mencapai 32,139 juta barel per hari

Tingkat produksi tersebut, 336.000 barel per hari lebih tinggi dari produksi pada April, yang juga merupakan tingkat tertinggi sejak kartel mulai menerapkan kesepakatan pemotongan produksi pada Januari.

Pagu produksi minyak OPEC yang disepakati adalah 32,5 juta barel per hari.

KONTAK PERKASA FUTURES