PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/09/16 – Minyak mentah melayang rendah di sesi Asia pada hari Selasa akibat profit taking setelah terdukung kemungkinan pembekuan produksi oleh produsen utama dan gejolak di Libya.

Minyak mentah AS di Bursa Perdagangan New York untuk pengiriman November turun 0,14% menjadi $ 43,80 per barel.

Kemudian Selasa, pasar mengalihkan perhatian pada perkiraan industri produk olahan dan stok minyak mentah AS di minggu lalu dari American Petroleum Institute. Angka-angka tersebut akan diikuti oleh data hari Rabu yang lebih dipantau cermat dari Departemen Energi AS.

Semalam, minyak Senin menguat karena harapan yang meningkat seputar kesepakatan yang mungkin terjadi antar produsen besar untuk membatasi produksi dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman November di Bursa Intercontinental (ICE) terakhir dikutip pada $45,92 per barel.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam kutipan mengatakan anggota OPEC dan non-OPEC “dekat” dalam kesepakatan pembekuan produksi. Produsen utama akan mengadakan pertemuan informal pada akhir bulan ini di Aljazair.

Pertempuran di sekitar pelabuhan minyak Libya juga mengurangi kekhawatiran mengenai melimpahnya pasokan minyak global.

Namun, kelebihan pasokan minyak tetap menjadi faktor utama di pasar dengan data Baker Hughes Jumat menunjukkan jumlah pengeboran yang beroperasi di AS naik dua menjadi 416, terbesar sejak Februari.